RADARCIREBON.ID – Pernah mendengar istilah “open marriage”? Mungkin kamu pernah mendengarnya dalam film, buku, atau obrolan santai.
Tapi, apa sebenarnya open marriage itu? Dan apakah itu sesuai dengan nilai-nilai yang kamu anut?
Open marriage adalah sebuah bentuk hubungan pernikahan di mana kedua pasangan memiliki kesepakatan untuk terbuka terhadap hubungan dengan orang lain di luar pernikahan.
Baca Juga:Mandi Kucing Kampung: Tips Jitu Biar Tetap Gemes dan SehatProfil Pratama Arhan: Bek Sayap Indonesia yang Bersina di K1-League
Ini berbeda dengan poligami atau poliandri, di mana pasangan memiliki hubungan dengan lebih dari satu orang dalam satu waktu, tetapi diizinkan secara resmi dan melibatkan komitmen emosional.
Dalam open marriage, hubungan di luar hubungan utama umumnya bersifat non-monogami, artinya tidak melibatkan komitmen emosional yang kuat.
Mengapa Open Marriage?
Ada berbagai alasan mengapa pasangan memilih untuk menjalani open marriage:
Kebebasan dan Eksplorasi: Bagi beberapa pasangan, open marriage memungkinkan mereka untuk mengeksplorasi sisi priabadi mereka tanpa harus melanggar komitmen pernikahan mereka.
Mereka merasa terbebas dari tekanan monogami tradisional dan dapat menikmati hubungan dengan orang lain tanpa rasa bersalah.
Memenuhi Kebutuhan yang Tidak Terpenuhi: Dalam beberapa kasus, open marriage dapat menjadi solusi untuk pasangan yang merasa kebutuhan biologisnya tidak terpenuhi dalam hubungan mereka.
Mereka mungkin merasa kesulitan untuk mengungkapkan kebutuhan ini secara langsung kepada pasangan mereka atau merasa bahwa pasangan mereka tidak dapat memenuhinya.
Baca Juga:Oxford United: Posisi di Liga Inggris dan Sejarah KlubOxford United Raih Promosi ke Championship di Bawah Kepemilikan Erick Thohir
Menghilangkan Kecemburuan: Beberapa pasangan percaya bahwa open marriage dapat menghilangkan kecemburuan dan meningkatkan kepercayaan di antara mereka.
Dengan memberikan kebebasan kepada satu sama lain, mereka merasa bahwa mereka tidak perlu menyembunyikan apa pun dan dapat membangun rasa saling percaya yang lebih kuat.
Tantangan Open Marriage:
Meskipun terdengar menarik, open marriage bukanlah jalan yang mudah. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi oleh pasangan yang memilih untuk menjalani open marriage:
Komunikasi: Komunikasi yang jujur dan terbuka sangatlah penting dalam open marriage. Pasangan harus bisa membicarakan kebutuhan, keinginan, dan batasan mereka dengan jelas dan terbuka.
Ini termasuk berbicara tentang risiko dan kemungkinan konsekuensi dari open marriage, seperti penyakit menular dan perasaan cemburu.
