“Toleransi adalah ketika kita mampu berdiri tegak di samping mereka yang berbeda, tanpa merasa perlu mengubahnya menjadi seperti kita,” jelasnya.
Asyrof pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan. Ia menambahkan, keberagaman merupakan modal sosial terbesar yang dimiliki bangsa Indonesia.
“Pada akhirnya, Indonesia dibangun bukan dari keseragaman, tetapi dari berbagai perbedaan yang saling menguatkan di atas satu meja kebangsaan,” pungkasnya. (adv)
