RADARCIREBON.ID – Kesaksian korban selamat pada kecelakaan tunggal mobil Isuzu Elf di Jalan Raya Panjalu – Cikijing, Blok Maniis Tonggoh, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menggambarkan bagaimana peristiwa tragis tersebut terjadi.
Kecelakana itu, merenggut 6 orang korban yang masih satu keluarga pada Senin malam, 23, Maret 2026 sekitar pukul 23.05 WIB.
Keluarga dari Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang tersebut sedang dalam perjalanan mudik dari Kabupaten Tasikmalaya, Pangandaran dan hendak kembali ke kediaman.
Baca Juga:Barbershop di Cirebon Kebanjiran Pelanggan Jelang dan Usai Lebaran13 ASN Kabupaten Cirebon Bolos di Hari Pertama Masuk Kerja, Siap Kena Sanksi
Naas, kendaraan bernomor polisi Z 7012 CN itu, kecelakaan yang diduga dipicu oleh kelelahan dan kombinasi faktor alam serta medan jalan.
Kesaksian korban selamat mengungkap momen menegangkan sebelum kecelakaan terjadi. Salah satu penumpang, Ratna Wulan, menuturkan rombongan sebelumnya melakukan perjalanan ziarah ke wilayah Kabupaten Ciamis, Minggu, 22, Maret 2026.
“Berangkat pukul enam pagi ke Ciamis untuk ziarah. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Pangandaran untuk berwisata,” ujar Ratna saat ditemui wartawan.
Ia menjelaskan, rombongan meninggalkan Pangandaran sekitar pukul 16.00 WIB dan sempat kembali ke Ciamis pada malam hari untuk beristirahat serta mengambil barang. Namun, perjalanan pulang tetap dilanjutkan meski sebagian penumpang sempat menyarankan agar sopir beristirahat terlebih dahulu.
“Awalnya sempat disarankan untuk beristirahat karena sopir belum tidur. Namun, sopir ingin langsung pulang karena kendaraan sudah memiliki jadwal sewa berikutnya,” katanya.
Dalam perjalanan malam itu, sebagian besar penumpang tertidur akibat kelelahan. Namun, menjelang lokasi kejadian, beberapa penumpang terbangun dan mulai merasa khawatir.
“Ada yang berteriak meminta sopir memperlambat laju kendaraan. Nenek sempat mengingatkan agar berhati-hati dan tidak melaju kencang. Abah juga mengingatkan hal yang sama,” tutur Ratna.
Baca Juga:Operasi Ketupat 2026 Berakhir, Tak Ada Lagi One Way, Tol Trans Jawa Kembali NormalGus Yaqut: Saya Capek, Tanya Saja Penyidik, Diperiksa setelah Kembali Ditahan di Rutan KPK
Menurutnya, kondisi jalan saat itu licin setelah diguyur hujan, ditambah medan yang menurun dan berkelok. Tidak lama setelah peringatan tersebut, kecelakaan pun terjadi.
“Jalannya licin setelah hujan. Setelah ada yang berteriak, tiba-tiba kecelakaan terjadi. Saya sudah tidak ingat apa-apa karena langsung tidak sadar,” ucapnya.
Sementara itu, pihak kepolisian menyebut kecelakaan diduga dipicu kombinasi faktor kelelahan pengemudi, kondisi cuaca buruk, serta medan jalan yang ekstrem.
