Program Gentengisasi Presiden Prabowo Dimulai dari Jatiwangi

program gentengisasi prabowo
Program gentengisasi Presiden RI, Prabowo Subianto bakal dimulai dari Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka. Foto: Baehaqi - radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Program gentengisasi yang diluncurkan Presiden RI, Prabowo Subianto bakal dimulai dari Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.

Program tersebut dinilai dapat meningkatkan kualitas perumahan rakyat sekaligus mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dimulainya program tersebut ditandai dengan pelepasan pengiriman genteng dari sentra industri genteng di Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dengan total komitmen pembelian sekitar Rp3 miliar.

Baca Juga:Arus Balik Lebaran 2026 Hari Ini, Tol Cipali Masih One WayArus Balik Lebaran Hari Ini, 87 Ribu Kendaraan Lintasi Tol Cipali

Pelepasan tahap awal dilakukan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, dari sentra produksi genteng Kecamatan Jatiwangi.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 14 truk genteng diberangkatkan menuju sejumlah proyek pembangunan perumahan.

Secara keseluruhan, total pemesanan genteng mencapai 24 truk yang akan digunakan untuk berbagai program pembangunan rumah, baik dari pemerintah maupun pengembang perumahan.

Maruarar Sirait mengatakan, program gentengisasi merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto agar pembangunan perumahan rakyat tidak hanya berfokus pada penyediaan hunian, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

Menurutnya, pembangunan perumahan harus menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang melibatkan masyarakat secara langsung. Dengan menyerap produk UMKM lokal, pembangunan perumahan diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah.

“Ini merupakan kebijakan Presiden Prabowo. Negara hadir bukan hanya membangun rumah, tetapi juga memastikan pembangunan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pelaku UMKM,” kata Maruarar.

Ia menegaskan, keterlibatan UMKM dalam program pembangunan nasional harus diimbangi dengan peningkatan kualitas produk.

Baca Juga:Lalu Lintas Tol Cipali Hari Ini, Ada Beberapa Perlambatan Arah CirebonTol Layang MBZ Paling Horor, Tak Siap Hadapi Mudik

Para pengrajin diharapkan menjaga mutu produksi agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

“UMKM harus memiliki daya saing tinggi. Kualitas produk harus dijaga dan standar produksi harus mengikuti ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan pada tahap awal tahun ini pemerintah provinsi mengalokasikan program perbaikan rumah sebanyak 250 unit.

Dengan asumsi kebutuhan genteng sekitar Rp2 juta per rumah, potensi belanja genteng dari program tersebut diperkirakan mencapai Rp500 juta.

0 Komentar