Tol Kuningan Kembali Dibicarakan, Dipicu Kemacetan 4 Jam Darma – Ciperna

tol kuningan cirebon
Pembangunan Jalan Tol Kuningan – Cirebon kembali dibicarakan setelah musim mudik – arus balik lebaran 2026. Foto: Kementerian PUPR - diolah radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Jalan Tol Kuningan – Cirebon kembali dibicarakan setelah musim mudik – arus balik lebaran 2026. Kemacetan yang tidak masuk akal, menjadi penyebabnya.

Wilayah Kabupaten Kuningan merupakan jalur mudik – arus balik yang vital karena menghubungkan dengan daerah tetangga seperti Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis hingga Pangandaran.

Belum lagi wilayah ini merupakan tujuan wisata, khususnya setelah Idul Fitri. Kemacetan berjam-jam di jalur Darma – Ciperna pun tak terhindarkan.

Baca Juga:Barbershop di Cirebon Kebanjiran Pelanggan Jelang dan Usai Lebaran13 ASN Kabupaten Cirebon Bolos di Hari Pertama Masuk Kerja, Siap Kena Sanksi

“Saya 4 jam dari Darma sampai ke Pintu Tol Ciperna,” kata Wawan, salah seorang warga yang mudik ke Kabupaten Ciamis, kepada radarcirebon.id, Kamis, 26, Maret 2026.

Menurut dia, kemacetan tersebut tidak wajar. Memang Kabupaten Kuningan sudah punya jalan baru. Tetapi terjadi bottle neck selepas Tugu Simpang Wanayasa sampai ke Ciperna.

“Ini sudah waktunya ada jalur baru, karena jalur alternatif setelah Tugu Ikan itu, jalannya rusak dan sulit dilewati kendaraan roda empat,” tuturnya.

Bagaimana kelanjutan Jalan Tol Kuningan Cirebon?

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar mengaku sudah menindaklanjuti apa yang menjadi keresahan warga.

Bahkan, ruas Jalan Tol Kuningan Cirebon sudah ada di kajian dan perencanaan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Rencana tol ini sudah dibahas, termasuk dalam forum khusus di Bandung. Saat ini masih dalam proses perencanaan,” ujar Dian kepada wartawan.

Tol yang dirancang akan membentang di kawasan lereng Gunung Ciremai tersebut diproyeksikan menjadi penghubung strategis antara Tol Cipali di wilayah utara dan Tol Getaci di selatan.

Baca Juga:Operasi Ketupat 2026 Berakhir, Tak Ada Lagi One Way, Tol Trans Jawa Kembali NormalGus Yaqut: Saya Capek, Tanya Saja Penyidik, Diperiksa setelah Kembali Ditahan di Rutan KPK

Berdasarkan kajian sementara Kementerian PUPR, titik keluar (exit tol) direncanakan berada di kawasan Linggarjati dan Cigadung.

Sementara trase jalan tol akan melintasi wilayah barat Kuningan, mulai dari Mandirancan, Pakembangan, Linggarjati, Sukamukti, Cigugur, Kadugede, hingga Darma.

Dari Kuningan, jalur tersebut akan tersambung ke Cikijing, Kabupaten Majalengka, sebelum akhirnya terhubung dengan Tol Getaci.

Pembangunan Tol Kuningan – Cirebon

Meski belum memasuki tahap konstruksi, pemerintah telah menyiapkan target waktu pembangunan dalam dua skenario, yakni antara tahun 2028 hingga 2030, atau mundur ke rentang 2030 hingga 2035.

0 Komentar