RADARCIREBON.ID – Iran secara mentah-mentah menolak proposal gencatan senjata yang diajukan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Namun demikian, Iran bersedia menghentikan dengan mengajukan 5 syarat.
Sikap Iran tersebut diungkapkan oleh pengamat Timur Tengah, M Husein. Aktivis Gaza ini menyebut, Iran berada di atas angin. Bukan AS yang bisa mengakhiri perang. Justru Iran yang akan menentukannya.
Mengutip dari tayangan di presstv, Husein menyebut untuk mengakhiri perang, Iran mengajukan 5 syarat. Apa saja syaratnya?
Baca Juga:WFH No, Naik Sepeda OkeArus Balik Lebaran 2026 Hari Ini, Tol Cipali Masih One Way
- Menghentikan serangan AS-Israel ke Iran. Juga mengakhiri pembunuhan terhadap tokoh-tokoh dan pejabat tinggi Iran.
- Dunia harus menjamin bahwa AS-Israel tidak lagi menyerang Iran untuk selama-lamanya.
- Iran meminta kompensasi perang. Dunia harus membayar kerugian yang diderita Iran, akibat invasi selama 3 pekan ini.
- Menghentikan serangan terhadap seluruh front perlawanan yang terafiliasi ke Iran atau proxi Iran. Di antaranya Hizbullah dan Hamas. Maksudnya adalah jangan ada lagi serangan ke Lebanon dan Gaza!
- Dunia harus mengakui kedaulatan Iran atas kepemilikan Selat Hormuz.
Langkah ini dinilai banyak kalangan sebagai kemenangan Iran. Sebab, Negeri Mullah ini bermaksud menggeser ilegal aggresion yang dilakukan AS dan Israel. Bukan lagi masalah Iran dan AS-Israel, juga bukan lagi perundingan Washington, melainkan menjadi isu global.
Bahkan dengan 5 tuntutan itu, Iran disebut telah menghukum dunia atas diamnya terhadap invasi ilegal yang dilakukan AS dan Israel. “Jadi bukan Iran sengaja menutup Selat Hormuz, tapi perang inilah penyebabnya,” ungkap Husein.
Sebelumnya, Donald Trump menyatakan bahwa Iran tengah melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat terkait kemungkinan tercapainya sebuah kesepakatan. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri acara penggalangan dana Partai Republik.
Trump menyebut para pemimpin Iran sangat menginginkan kesepakatan tersebut. Hanya saja, menurut Trump, Iran enggan mengungkapkannya secara terbuka. Keengganan itu dipicu oleh kekhawatiran akan konsekuensi serius.
Menurut Trump, para pemimpin Iran takut mendapat tekanan atau ancaman dari masyarakatnya sendiri jika diketahui tengah bernegosiasi. Selain itu, juga menyinggung kemungkinan risiko dari pihak Amerika Serikat yang dapat memengaruhi posisi mereka.
