WFH No, Naik Sepeda Oke

wfh no sepeda yes
CEO Radar Cirebon Group, Yanto S Utomo
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Saya kurang setuju kalau ASN di Kota Cirebon harus kerja dari rumah atau kerja dari mana saja. Saya lebih menganjurkan cara lain. Misalnya naik sepeda, lari atau berjalan kaki. Bisa juga naik kendaraan umum yang paling murah; angkot.

Artikel ditulis; Yanto S Utomo

Alasannya sangat sederhana. Dengan naik sepeda, jalan kaki atau mungkin lari, bukan saja bisa melakukan efisiensi, juga dapat menambah kebugaran dan kesehatan tubuh. Selain itu bisa merasakan berhemat dengan sehemat-hematnya. Bukan sekadar seolah-olah berhemat tapi faktanya tetap saja boros.

Mengapa tak perlu work from home (WFH) atau work from any where (WFA) bagi para ASN? Jawabannya simpel. Karena wilayah Kota Cirebon itu sangat sempit. Hanya kurang lebih 37 km persegi.

Baca Juga:Arus Balik Lebaran 2026 Hari Ini, Tol Cipali Masih One WayArus Balik Lebaran Hari Ini, 87 Ribu Kendaraan Lintasi Tol Cipali

Dengan luas yang selebar daun kelor ini, sebenarnya bisa ditempuh dengan bersepeda, jalan kaki, bahkan lari. Atau bisa menggunakan angkot, yang sudah melayani hampir semua rute dalam Kota Cirebon.

Khusus untuk naik sepeda, saya perkirakan banyak ASN di Kota Cirebon yang sudah memiliki alat transportasi ini. Jika harus membeli, harganya pun banyak yang di bawah Rp 1 juta per unit.

Tapi saya ingatkan, bersepeda itu ada “penyakitnya”. Terutama bagi para pejabat yang punya uang lebih. Biasanya adu gengsi dan adu mahal. Kemudian rebutan memilih merek sepeda yang harganya memang sangat mahal. Akhirnya masih tetap saja boros. Tujuan efisiensi tidak tercapai.

Padahal, pengalaman saya yang sudah bersepeda puluhan tahun, yang paling penting itu kebiasaan, bukan merek dan bukan pula harga. Walaupun merek bagus dan mahal, tak ada artinya jika jarang digunakan bersepeda. Lebih baik dengan sepeda yang sederhana tapi rutin dilakukan. Nanti akan terlatih; dengkul, pantat dan nafasnya.

Dalam satu bulan, saya bersepeda rata-rata di atas 1200 km. Atau saya biasakan bersepeda 4 kali dalam seminggu lebih dari 300 km. Termasuk saat puasa pun masih sanggup. Dengan catatan kecepatan dan elevasi yang dikurangi. Bahkan 3 hari 600 km pun sudah pernah saya lakukan.

0 Komentar