Nah, karena ini sepeda untuk kerja, tentu agak berbeda. Tak perlu harus 50 km per hari dengan kecepatan di atas 30 km per jam. Cukup bersepeda santai dari rumah ke kantor. Mungkin jaraknya tak lebih dari 30 km pergi pulang.
Itu artinya, sepeda apa saja bisa digunakan. Yang penting dengan standar keamanan yang memadai. Tetap harus memakai helm sepeda, dan sepatu. Bahkan tak harus sepatu khusus sepeda. Cukup sepatu kerja yang kasual.
Jika, kebiasaan gowes to work sudah terbentuk, ketika sudah tak ada krisis energi pun tetap bermanfaat. Bisa mengurangi kemacetan, udara kota lebih segar dan yang paling penting para ASN lebih sehat dan bugar.
Baca Juga:Arus Balik Lebaran 2026 Hari Ini, Tol Cipali Masih One WayArus Balik Lebaran Hari Ini, 87 Ribu Kendaraan Lintasi Tol Cipali
Agar tujuan untuk berhemat dan sekaligus sehat tercapai, gowes to work jangan hanya sekali seminggu. Kalau bisa 3 kali seminggu. Apalagi kalau bisa setiap hari, luar biasa bagus.
Selain itu, gowes to work itu juga jangan hanya berlaku bagi para pegawai. Tapi harus dimulai dari para pejabatnya. Termasuk para anggota dewan yang terhormat. Yakinlah, bersepeda ke kantor itu tak akan menurunkan citra. Bahkan malah bisa menaikkan mutu karena tampak merakyat dan sehat.
Karena itu, mungkin dibandingkan dengan jalan kaki dan lari, naik sepeda ke kantor itu lebih masuk akal. Selain lebih efisien waktu, juga tidak terlalu lelah. Jalan kaki 5 dan 10 km itu sangat melelahkan. Dan hanya mampu dilakukan oleh orang-orang yang terbiasa dan terlatih.
Saya pun membayangkan, jika gowes to work sudah menjadi kebiasaan, Kota Cirebon ini akan mirip dengan kota-kota di Belanda. Di Amsterdam misalnya, hampir sebagian besar warganya sudah terbiasa bersepeda ke kantor, sekolah, kampus dan aktivitas lainnya.
Ayo bersepeda ke tempat kerja! Karena terbukti bekerja dari rumah saat Pandemi yang lalu itu, bisa menurunkan kinerja. Juga sudah terbukti belajar dari rumah itu, menurunkan kualitas pembelajaran atau learning loss yang sangat signifikan.
Tapi ini hanya sekadar masukan. Keputusannya tetap saja diserahkan kepada Walikota Effendi Edo. Jika para ASN sudah bersepeda ke tempat kerja, tak perlu kampanye, masyarakat umum pun akan mengikuti kebiasaan baik ini.
