Indonesia vs Saint Kitts and Nevis, Debut Baru Timnas dengan Pelatih John Herdman

Indonesia vs Saint Kitts and Nevis
John Herdman Pelatih Timas Indonesia. Foto-ist
0 Komentar

Kehilangan Thom Haye di lini tengah membuat John Herdman harus putar otak. Kemungkinan, duet Calvin Verdonk dan Joey Pelupessy akan tampil sejak menit awal pertandingan. Sementara di lini serang, Ole Romeny dan Ragnar Oratmangoen akan tampil sejak menit awal. Keduanya akan dibantu oleh Eliano Reijnders yang bisa juga bermain sebagai gelandang serang.

Pelatih John Herdman menilai, persiapan timnya terlalu pendek untuk melawan St Kitts and Nevis. Yakni, melawan St Kitts and Nevis tiga hari setelah latihan. “Kami langsung berlatih secara taktis. Itu hal yang kurang bagus karena jeda waktunya terlalu singkat,” kata Herdman.

Lebih lanjut, John Herdman menjelaskan, persiapan yang singkat membuatnya kesulitan untuk menyamakan kondisi fisik para pemain. Pasalnya, setiap pemain memiliki kondisi fisik yang tergantung dengan situasi klubnya masing-masing. “Ya, itu hal yang normal di sepak bola internasional. Anda akan mendapati pemain yang datang dengan tingkatan yang berbeda, intensitas yang berbeda. Ini adalah level internasional. Anda memiliki pemain yang bermain di klub dengan gaya bermain yang berbeda-beda, pemain di liga dengan intensitas yang berbeda,” jelasnya.

Baca Juga:13 ASN Kabupaten Cirebon Bolos di Hari Pertama Masuk Kerja, Siap Kena SanksiOperasi Ketupat 2026 Berakhir, Tak Ada Lagi One Way, Tol Trans Jawa Kembali Normal

John Herdman menambahkan bahwa St Kitts and Nevis bukan tim yang mudah dikalahkan. Namun, pelatih asal Inggris itu lebih memilih fokus ke tim sendiri. Salah satu yang menjadi fokus utama adalah soal membangun transisi dari bertahan ke menyerang dan sebaliknya. “Kami harus fokus pada diri kami sendiri, identitas timnas kami, sebuah identitas baru. Jadi, di situlah fokus kami nantinya. Tapi kami akan selalu memikirkan tentang transisi,” tutur John Herdman.

Sementara itu, Saint Kitts and Nevis yang diasuh pelatih Marcello Serrano, membawa 23 pemain ke Jakarta, termasuk talenta yang berkompetisi di Inggris, seperti Jordan Bowery dan Tyrese Shade. Meskipun dianggap underdog, tim ini berpotensi memberi kejutan melalui serangan balik cepat dan penguasaan bola mati yang efektif.

Saint Kitts and Nevis tetap berpotensi mengejutkan melalui serangan balik cepat, umpan panjang, dan bola mati. Indonesia harus berhati‑hati agar tidak ceroboh saat membangun serangan dari belakang. (mid)

0 Komentar