RADARCIREBON.ID- Hingga Kamis (26/3/2026), Pemkot Cirebon belum memutuskan apakah menerapkan WFH bagi ASN atau tetap kerja normal seperti biasa. Pj Sekda Kota Cirebon Drs Sumanto mengatakan persiapan tetap dilakukan. Tapi, katanya, tetap masih harus menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari pusat.
Kata Sumanto, pihaknya telah mengantisipasi berbagai skenario kerja, baik itu WFH maupun penyesuaian lainnya. “Namun demikian, sampai saat ini kita masih menunggu juklak dan juknis dari pemerintah pusat. Begitu ada instruksi, Kota Cirebon sangat siap untuk melaksanakan,” ujarnya kepada Radar Cirebon, Kamis (26/3/2026).
Jika ada penerapan WFH, lanjut Sumanto, maka sistem kerja menyerupai masa Pandemi Covid-19, di mana ada pemisahan antara unit kerja pelayanan publik dan unit administratif. Untuk pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti kesehatan, keamanan, dan kependudukan, dipastikan akan tetap beroperasi secara maksimal. “Pelayanan harus tetap hadir, bahkan di hari Sabtu dan Minggu pun harus ada petugas yang berjaga,” ujarnya.
Baca Juga:13 ASN Kabupaten Cirebon Bolos di Hari Pertama Masuk Kerja, Siap Kena SanksiOperasi Ketupat 2026 Berakhir, Tak Ada Lagi One Way, Tol Trans Jawa Kembali Normal
Sedangkan untuk bagian dukungan administrasi atau staf yang tidak bersentuhan dengan pelayanan publik, kata Pj Sekda, ada kemungkinan diterapkan sistem kerja yang lebih fleksibel. Istilahnya arrangement sesuai kebutuhan.
Sumanto menyebut istilah arrangement atau pengaturan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Ia menegaskan bahwa sistem kerja nantinya bisa berupa WFH atau WFA, tergantung pada urgensi tugas masing-masing instansi.
“Bahasanya adalah arrangement. Jadi, pengaturan ini akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing OPD agar roda pemerintahan tetap berjalan efektif namun tetap fleksibel sesuai arahan pusat,” imbuh Sumanto.
Terpisah, warga Kota Cirebon yang juga praktisi hukum Furqon Nurzaman SH menilai WFH kurang tepat jika diterapkan di Kota Cirebon dengan pertimbangan geografis dan konsumsi BBM.
Kata Furqon, selama tidak ada instruksi imperatif atau memaksa dari pemerintah pusat, Pemkot Cirebon sebaiknya tidak perlu menerapkan WFH. “Konsumsi BBM per hari di Kota Cirebon tidak terlalu besar. Luas wilayahnya kecil dan mayoritas tempat tinggal pegawainya tak terlalu jauh,” ujarnya
