INDRAMAYU — Keberadaan penyapu koin di Jembatan Sewo masih terus ditemukan, meskipun sebelumnya mereka telah diberikan kompensasi agar tidak lagi beraktivitas selama arus mudik dan balik Lebaran.
Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya efektif karena sebagian dari mereka tetap beraktivitas, bahkan harus “kucing-kucingan” dengan petugas.
Untuk melancarkan arus balik sekaligus mencegah kecelakaan lalu lintas, petugas gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, dan Damkar Indramayu secara masif melakukan sterilisasi jalur arus balik dari arah Cirebon menuju Jakarta.
Baca Juga:Arus Balik Lebaran Dongkrak Penjualan Oleh-oleh di Pantura Indramayu, Omzet Naik hingga 90 PersenRumah Warga di Pasekan Terbakar, Dua Motor dan Dua Sepeda Listrik Hangus
Camat Sukra, Sigit Widiyanto mengatakan, penertiban yang dilakukan tim gabungan bertujuan melancarkan arus balik dan memberikan rasa aman bagi para pemudik yang kembali ke tempat kerja mereka saat melintasi wilayah Kecamatan Sukra, khususnya di Jembatan Sewo.
Langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari insiden tertabraknya penyapu koin beberapa waktu lalu. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, aktivitas tersebut dinilai sangat membahayakan, baik bagi pengguna jalan maupun penyapu koin itu sendiri.
“Ini jelas berbahaya. Karena itu, kami bersama semua pihak melakukan penertiban agar tidak ada aktivitas penyapu koin yang mengganggu perjalanan pemudik saat arus balik,” ujar Sigit.
Sementara itu, Kapolsek Sukra, IPTU Andi Supriyatna mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah melakukan berbagai upaya agar para penyapu koin tidak lagi beraktivitas selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Upaya tersebut meliputi edukasi, imbauan, hingga penertiban secara masif bersama lintas instansi.
“Memang seperti kucing-kucingan. Saat ada patroli, mereka tidak terlihat, tetapi ketika petugas tidak ada, mereka kembali muncul. Kami tertibkan, lalu muncul lagi. Yang jelas, selama arus balik ini petugas gabungan akan terus melakukan penertiban secara masif,” ujarnya. (oni)
