RADARCIREBON.ID – Menarik mempelajari riwayat hidup Ki Takmad, pendiri dan sekaligus sosok utama komunitas Dayak Hindu Budha Bumi Segandhu di Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu.
Sepak terjang sosok yang meninggal dunia pada Sabtu, 28 Maret 2026 itu bukan hanya soal dia memimpin padepokan di Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu. Tapi juga soal kehebatannya dalam memimpin beberapa komunitas.
Tentang sejarang sosok yang dijuluki Paheran Takmad Diningrat Gusti Alam ini pernah ditulis oleh Tarsono, dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Baca Juga:Pelayanan PDAM Indramayu Disebut Makin Menurun, DPRD Didorong Bikin PansusDiguyur Hujan Lebat, Sungai Meluap dan Seret Material Besi Jembatan Cijemit
Dalam jurnalnya, Tarsono menyebut jika Ki Takmad sebelum mendirikan dan memimpin Dayak Losarang, pernah aktif du beberapa komunitas. Di antaranya Silat Serbaguna, Maling Guna, hingga Pencak Silat Jaka Utamq.
Disebutkan, sebelum muncul Dayak Losarang, Ki Takmad berperan sebagai guru pencak silat sekaligus pemilik padepokan. Sosok ini memang jago silat dan dikenal sebagai dukun sakti di Indramayu.
Pada tahun 1990 di Desa Krimun, ada 2 dukun yang terkenal. Selain Ki Takmad dan ada Ki Karma. Keduanya disegani masyarakat Losarang dan sekitarnya. Khusus Ki Takmad, walaupun dicap sebagai “orang pintar”, namun dia sangat baik dan bijaksana.
Ki Takmad tidak lahir di Losarang. Dia lahir pada 10 Oktober 1940 di Desa Malang Semirang Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu. Namun pada usia 14 tahun, dia sudah menjadi anak yatim piatu.
Hidupnya mulai berubah sejak diasuh oleh kakeknya yang bernama Ki Darwi. Kakeknya memang dikenal sebagai “orang pintar”. Dan ilmu dari kakeknya itulah yang diturunkan kepada Ki Takmad.
Untuk mewaris ilmu dari kakeknya itu tidak gampang. Dimulai pada suatu malam Jumat Kliwon. Konon, Ki Takmad diikat dan dilipat dengan kain kafan dan dimasukan dalam sebuah lemari selama tujuh malam.
Selama menjalani ritual itu, Ki Takmad diharuskan menghisap asap nasi yang baru matang dan air tajin. Konon setelah ritual rampung, Ki Takmad berubah menjadi sakti, seperti kakeknya.
Baca Juga:Jabatan Eselon II di Kota Cirebon Kosong, Tak Kunjung DiisiMinggu Ini Persib Bakal Tandang ke Semen Padang, Jupe: Harus Fokus di Semua Game
Setelah memegang ilmu itu, pada usia 15 tahun, Ki Takmad memilih bekerja sebagai kuli pelabuhan. Dia berpindah-pindah dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain. Selama menjadi kuli, dia pun belajar ilmu bela diri di beberapa tempat yang disinggahinya.
