Ketika kembali ke daerah asalnya, Jatibarang, Ki Takmad menyunting seorang gadis bernama Sarinih. Sosok ini belakangan lebih dikenal dengan Sarini Nyi Ratu Giri Warna dari Desa Krimun, Losarang.
Dari hasil pernikahannya, Ki Takmad dikaruniai 11 orang anak. Namun 6 anaknya meninggal terkena serangan penyakit.
Di Losarang Ki Takmad hidup bersama istri dan 5 orang anak. Mereka adalah Darto Suhendra, Syarifudin, Dewi Mustika Ratu, Nuryati dan Sri Penganten Gumilang Sari.
Baca Juga:Pelayanan PDAM Indramayu Disebut Makin Menurun, DPRD Didorong Bikin PansusDiguyur Hujan Lebat, Sungai Meluap dan Seret Material Besi Jembatan Cijemit
Waktu terus berjalan, pada 1974 Ki Takmad mendirikan perguruan yang mengajarkan ilmu kanuragan. Perguruan itu dia beri nama Silat Serbaguna (SS).
Kata serbaguna diartikan sebagai ilmu yang dipelajari untuk mendapatkan pengasihan, rezeki, disegani, pelaris, serta untuk mengobati penyakit jasmani dan rohani.
Perguruan SS berjalan tak sesuai harapan. Anak didiknya justru berubah menjadi sombong karena merasa mampu berkelahi. Beberapa dari mereka menyimpang dari aturan perguruan. Misalnya gemar berjudi, mabuk, main perempuan dan mengajak kelompok silat lain untuk berkelahi.
Tidak betah, Ki Takmad pun membubarkan SS. Kemudian dia mendirikan komunitas yang agak aneh. Dia seolah ingin seperti Robin Hood.
Dia mengumpulkan para maling untuk mencuri. Hasil perbuatan itu, diberikan kepada rakyat miskin atau yang kekurangan makanan. Perkumpulan maling-maling tersebut kemudian diberi nama Maling Guna.
Hari-hari berlalu, semua organisasi yang dia dirikan tak sesuai harapan. Akhirnya Perguruan SS yang pernah dia dirikan, berganti nama. Ki Takmad mengubahnya menjadi perguruan Pencak Silat Jaka Utama pada tahun 1976. Tujuannya untuk memperbaiki moral masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan.
Kemudian, Ki Takmad bertapa selama 4 bulan di rumahnya. Pada malam tanggal 19 November 1996, dia mendapat ilham bahwa di tanah Jawa, tepatnya di Indramayu, akan terjadi goro-goro atau perang saudara dan mengakibatkan banjir darah.
Baca Juga:Jabatan Eselon II di Kota Cirebon Kosong, Tak Kunjung DiisiMinggu Ini Persib Bakal Tandang ke Semen Padang, Jupe: Harus Fokus di Semua Game
Ilham tersebut dianggap sebagai awal dari lahirnya sejarah Jawa. Akhirnya Ki Takmad mengganti Jaka Utama menjadi Gelaran Alam. Artinya sejarah adanya manusia.
Organisasi baru itulah disebut dengan Komunitas Suku Dayak Losarang Indramayu. Atau Ki Takmad lebih suka menyebut dengan nama Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandhu.
