Fenomena ini bisa dinikmati sebelum fajar datang atau sebelum matahari terlihat dari arah timur, puncaknya terjadi pada tanggal 18 dan 20 April 2026.
Beberapa planet yang akan terlihat sejajar, yaitu Merkurius, Mars, dan Saturnus.
Planer ketiga tersebut akan berdekatan dalam satu garis pandang sehingga terlihat seperti berjajar.
Baca Juga:Ramalan Zodiak Libra Hari Ini 30 Maret 2026: Cinta, Karier, dan KeuanganStok Darah Menipis Pasca Lebaran
Komet C/2025 R3 (PanSTARRS)
Komet kedua yang akan terlihat di langit malam adalah Komet C/2025 R3 (PanSTARRS) yang akan menjadi salah satu komet paling menarik di tahun 2026.
Komet ini diprediksi akan mencapai titik terdekat dengan matahari pada 19-20 April 2026 dan mencapi titik terdekatnya dengan bumi pada 26-27 April.
Bisa dilihat dengan mata telanjang atau memerlukan bantuan teleskop, tergantung pada tingkat kecerahannya dan dalam prediksinya kecerahan planet tersebut masih bervariasi.
Hujan Meteor Lyrid
Hujan meteor Lyrid berpotensi menghasilkan 10-15 meteor melesat per jamnya dan cocok dinikmati tengah malam hingga menuju fajar.
Meteor ini dapat dinikmati dengan jelas karena pada saat itu cahaya bulan tampak minim sehingga langit tampak lebih gelap.
Namun, jika ingin melihat meteor yang cukup redup, pengamat perlu memerlukan bantuan teleskop agar terlihat dengan jelas.
Galaksi Pusaran Air (M51)
Galaksi ini mencapai akan terlihat tinggdi di langit malam dan dapat diamati melalui teropong ataupun teleskop.
Baca Juga:Musim Kemarau 2026 Lebih Cepat, BMKG Minta Cirebon Siaga KekeringanWajah Bupati Lucky Geram, Sidak Perumdam Tirta Darma Ayu, Tegaskan Evaluasi Total Pelayanan Air Bersih
Posisi yang terbaik ini membuat galaksi M51 menjadi target utama dalam pengamatan astronomi. Galaksi ini terletak dekat rasi bintang Biduk Besar (Ursa Major).
Itulah beberapa fenomena langit yang akan menghiasi malam sepanjang bulan April 2026.
(Artikel ini ditulis oleh mahasiswa magang dari UGJ Cirebon)
