Angka Pernikahan di Cirebon pada Momentum Syawal Kota Cirebon Naik, Kabupaten Justru Turun

Angka Pernikahan di Cirebon pada Momentum Syawal
Angka pernikahan di Kota Cirebon pada momentum bulan Syawal 1447 Hijriah meningkat. Sebaliknya, di Kabupaten Cirebon justru mengalami penurunan. Ilustrasi: Eep
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Angka pernikahan di Kota Cirebon pada momentum bulan Syawal 1447 Hijriah meningkat. Sebaliknya, di Kabupaten Cirebon justru mengalami penurunan.

Gema takbir baru saja berlalu. Namun, keriuhan belum usai di kantor-kantor Urusan Agama (KUA) se Kota Cirebon. Syawal telah tiba. Musim hajatan resmi dibuka. Lembaran kartu undangan mulai bertebaran. Menjadi pemandangan jamak: tenda-tenda pesta berdiri di gang-gang sempit hingga Gedung-gedung mewah.

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cirebon mencatat lonjakan signifikan. Saban tahun, trennya serupa. Syawal selalu jadi primadona bagi pasangan kekasih untuk mengikat janji suci. Lonjakannya tak main-main. Bisa mencapai 40 persen jika dibandingkan dengan bulan-bulan biasa, terutama bulan Syaban atau sebelum Ramadan.

Baca Juga:Pekan Ini Tersangka Korupsi Kredit Macet Bank Cirebon Diumumkan? Hasil Audit BPK Sudah AdaTerminal Harjamukti Kota Cirebon Megah Tapi Sepi Penumpang, Bus Ngetem di Luar Pagar

“Kalau dibandingkan dengan Ramadan, ya Ramadan kan sedikit. Di Syawal ini peningkatannya bisa di atas 30 sampai 40 persen dibandingkan dengan bulan Syaban,” ujar Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Cirebon H Yuto Nasikin SAg MPdI melalui Pelaksana pada Seksi Bimas Islam Kantor Kemenag Kota Cirebon H Andi Yusuf saat ditemui di ruang kerjanya, Senin siang (30/3/2026).

​Data berbicara lewat angka. Mari tengok catatan tahun 2025. Sepanjang Januari hingga Desember, angka pernikahan di Kota Udang bergerak sangat dinamis. Setiap bulan memiliki karakteristik tersendiri yang dipengaruhi oleh kalender hijriah dan momentum hari besar Islam.

Januari 2025 mencatat 168 peristiwa nikah. Angka ini relatif stabil sebagai pembuka tahun. Februari melandai tipis ke angka 163. Namun, memasuki Maret 2025 –yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan– angka itu terjun bebas. Hanya ada 20 pernikahan dalam satu bulan penuh. Secara sosiologis, masyarakat cenderung menghindari menggelar resepsi saat sedang menjalankan ibadah puasa karena keterbatasan fisik dan waktu untuk menjamu tamu di siang hari.

​Anomali positif terjadi pada April 2025. Begitu Idulfitri jatuh pada 31 Maret, keran pernikahan seolah meledak di bulan April. Tercatat ada 271 pasangan yang melangsungkan akad. Itu adalah angka tertinggi kedua sepanjang tahun 2025. Gelombang ini terus berlanjut hingga Juni 2025. Pada bulan tersebut, angka pernikahan mencapai puncak tertingginya yakni 338 peristiwa, bertepatan dengan momen Iduladha yang jatuh pada 6 Juni 2025.

0 Komentar