“Tahun kemarin ada lebih dari 250 kegiatan. Intinya kita memberikan edukasi agar remaja lebih siap, bukan menunda pernikahan, tapi mempersiapkan diri dengan baik,” jelasnya.
Selain itu, Kemenag juga menginisiasi gerakan sadar pencatatan pernikahan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya administrasi pernikahan yang sah.
Kendati demikian, pihaknya mengakui tetap ada kekhawatiran, terutama jika penurunan ini tidak diimbangi dengan pemahaman yang benar terkait pernikahan.
Baca Juga:Pekan Ini Tersangka Korupsi Kredit Macet Bank Cirebon Diumumkan? Hasil Audit BPK Sudah AdaTerminal Harjamukti Kota Cirebon Megah Tapi Sepi Penumpang, Bus Ngetem di Luar Pagar
Apalagi, bulan-bulan tertentu seperti Syawal dan Dzulhijjah yang biasanya menjadi momen favorit menikah, kini juga mulai mengalami penurunan di sejumlah KUA. “Di bulan Syawal ini saja, hanya beberapa KUA yang melaporkan jumlah pernikahannya sama seperti tahun lalu, sisanya justru turun cukup drastis,” pungkasnya. (ade/awr)
