RADARCIREBON.ID – Bupati Indramayu, Lucky Hakim mengapresiasi kiprah Pondok Pesantren Progresif RPK Ulfiyah di Desa Segeran Kidul, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Pesantren tersebut dinilai telah berkontribusi besar dalam membina umat, khususnya di wilayah Juntinyuat dan Indramayu pada umumnya.
Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Harlah ke-VI Pondok Pesantren Progresif RPK Ulfiyah dan Haul ke-II Majelis Taklim Babul Ilmi serta Jamiyah Sabtonan.
Bupati Lucky mengakui bahwa dalam satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Syaefudin, masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Indramayu.
Baca Juga:SMA Santa Maria 1 Gandeng Universitas Maranatha Gelar Tes TOEFL PredictionAlhamdulillah, Belum Ada Kenaikan BBM 1 April 2026, Masyarakat Tak Perlu Panik
“Dalam satu tahun ini, tentu kami menyadari masih banyak kekurangan. Apalagi dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran hingga Rp340 miliar di Pemda Kabupaten Indramayu,” ujarnya.
Meski demikian, Lucky menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan, termasuk peningkatan infrastruktur di wilayah pedesaan. Bahkan, di hadapan ribuan jemaah yang hadir, ia langsung merespons kondisi jalan menuju pondok pesantren yang rusak.
“Tolong Pak Camat, jalan gang desa menuju ponpes segera dibangun. Ajukan di anggaran perubahan, nanti kita bangun,” tegasnya, disambut antusias oleh para undangan pengajian akbar.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Progresif RPK Ulfiyah, Dr H Miftahul Fatah menjelaskan bahwa pesantren tersebut berdiri pada tahun 2020, bertepatan dengan masa pandemi Covid-19.
“Ketika itu aktivitas masyarakat terbatas. Dari situ muncul ide untuk mendirikan pondok pesantren. Mayoritas pengurusnya juga anak muda, sehingga konsepnya dibuat lebih modern dan mengikuti perkembangan zaman,” jelasnya.
Ia menambahkan, nama “Progresif” dipilih sebagai simbol semangat untuk terus maju dan berkembang dalam membina generasi muda.
Selain itu, kegiatan haul dan harlah tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan jemaah, tokoh agama, serta masyarakat sekitar sebagai wujud kebersamaan dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan. (dun)
