RADARCIREBON.ID – Kerusakan parah ruas jalan Mundu-Pamengkang di Blok Kalijaga, Desa Mundu Pesisir, Kabupaten Cirebon terus menuai keluhan warga.
Bahkan, masyarakat setempat mengancam akan menutup akses jalan tersebut sebagai bentuk protes.
Menanggapi hal itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon memastikan ruas jalan tersebut masuk dalam prioritas penanganan tahun ini.
Baca Juga:Pendaftaran Haji Bisa Lewat Octo MobileRumah Penerima Bansos di Majalengka Dipasang Stiker
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUTR Kabupaten Cirebon, Rezza Fauzi ST mengatakan, perbaikan jalan Mundu-Pamengkang akan dilakukan secara permanen melalui program betonisasi, terutama karena lokasinya berada di wilayah perbatasan.
“Wilayah perbatasan tetap menjadi prioritas kami, termasuk ruas Mundu-Pamengkang. Kami upayakan tahun ini bisa dilakukan perbaikan dengan betonisasi,” ujar Rezza Fauzi.
Sambil menunggu perbaikan permanen, pihaknya juga akan melakukan penanganan sementara dalam waktu dekat.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kerusakan semakin meluas dan menjaga keselamatan pengguna jalan.
“Dalam waktu dekat kami lakukan pemeliharaan terlebih dahulu agar kondisi jalan tetap bisa dilalui dengan aman,” tambahnya.
Sebelumnya, Ketua Forum Komunikasi dan Diskusi Warga Dusun 04 (Forwardus 04) Kalijaga, Mulyono mengungkapkan, kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung lama dan semakin membahayakan.
Ia menyebut, tidak sedikit warga yang terjatuh akibat kondisi jalan yang rusak berat. “Kerusakannya sudah sangat parah. Sudah sering warga jatuh,” ungkap Mulyono.
Baca Juga:Daniel Santuni Puluhan Anak YatimAlfamart Hadirkan Warteg Gratis, Masih Tersedia, Ada di Kecamatan Ini
Menurutnya, kondisi tersebut juga berdampak pada citra wilayah, mengingat lokasi jalan berada di dekat perbatasan dengan Kota Cirebon dan cukup sering dilalui masyarakat.
“Ini jadi akses yang sering dilewati. Warga juga merasa malu karena kondisinya rusak parah,” katanya.
Ditegaskan Mulyono, kesabaran warga mulai habis. Jika dalam waktu dekat tidak ada kejelasan perbaikan, warga berencana menutup jalan sebagai bentuk aksi protes.
“Kalau tidak ada kepastian, kami akan tutup jalan. Warga sudah cukup menderita,” tegasnya.
Sementara itu, Kuwu Mundu Pesisir, H Haerun mengatakan, pemerintah desa telah mengusulkan perbaikan jalan tersebut kepada instansi terkait, namun hingga kini belum ada kepastian realisasi. “Kami sudah mengusulkan, tapi belum ada kejelasan kapan diperbaiki,” ujar Haerun.
