RADARCIREBON.ID – Sebuah lokasi eks galian C di Desa Cikalahang Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon kini berubah menjadi daya tarik wisata dadakan.
Ceruk batu yang dikenal dengan nama Ceruk Nirwana ini, menyuguhkan kolam air jernih kebiruan dan ramai dikunjungi masyarakat, terutama saat momen libur Lebaran lalu.
SebelumLebaran, kawasan tersebut sebenarnya sudah mulai ramai. Apalagi setelah beberapa kreator memperkenalkan lokasi tersebut kepada masyarakat. Hal itu mendorong rasa penasaran masyarakat untuk berkunjung ke lokasi tersebut.
Baca Juga:Alhamdulillah, Belum Ada Kenaikan BBM 1 April 2026, Masyarakat Tak Perlu PanikSetelah Empat Tahun, Kasus Pencurian Rumah Mewah di Lawanggada Terungkap
Timu, pemilik lahan di area tersebut mengungkapkan bahwa area tersebut dulunya merupakan tambang galian C. Namun aktivitas tambang dihentikan setelah peristiwa longsor di Kawasan Gunung Kuda sekitar 10 bulan lalu.
“Setelah ditutup, tempat ini tidak dipakai lagi. Saat kemarau airnya dangkal, tetapi kalau musim hujan ceruk ini terisi penuh dengan air jernih kebiruan,” ujarnya.
Dijelaskan Timu, terdapat dua titik ceruk atau lubang yang dikenal masyarakat. Pertama adalah Kolam Jero atau Komjer Aluas, dengan air berwarna biru dan kedalaman mencapai sekitar 5 meter.
Sementara itu, ceruk lainnya yang berada di sisi tebing batu dikenal dengan nama Ceruk Nirwana. Kendati begitu, selaku pemilik lahan, Timu mengaku tidak mengetahui asal-usul penamaan tersebut, selain karena nama itu sudah tercantum di Google Maps. “Nama itu juga kita nggak tahu. Cuma sudah ada aja di Google,” katanya.
Timu menjelaskan bahwa saat libur Lebaran, lonjakan pengunjung pun tak terhindarkan. Dalam sehari, ratusan orang datang untuk menikmati suasana alam sekaligus berenang di kolam alami yang terbentuk dari bekas galian tersebut.
Pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari wilayah Cirebon. Bahkan, ada yang datang dari Indramayu hingga luar daerah seperti Jawa Timur.
Hingga kini, Ceruk Nirwana belum dikelola secara profesional. Tidak tersedia fasilitas umum seperti toilet, tempat bilas, maupun pengamanan. Kendati demikian, hal tersebut tidak menyurutkan minat masyarakat.
Baca Juga:Jawa Barat Darurat Campak, Ada 58 KLB, KDM: Jangan Lengah Angka Pernikahan di Cirebon pada Momentum Syawal Kota Cirebon Naik, Kabupaten Justru Turun
Justru, rasa penasaran terhadap keindahan alam yang viral di media sosial itu, membuat pengunjung terus berdatangan secara alami untuk melihat langsung pesona lokasi tersebut.
