RADARCIREBON.ID – Ada peringatan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang perlu diwaspadai. Dia menyatakan jika daerah yang dipimpinnya itu sekarang sudah masuk kategori darurat campak.
Apa indikasinya jika Jabar sudah darurat campak? Menurut sosok yang akrab disapa KDM ini, tercatat hingga pekan ke-11 tahun 2026, ada 58 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di berbagai daerah di Jawa Barat.
Makanya KDM pun meminta seluruh jajaran kesehatan tidak lengah. Juga segera melakukan penanganan intensif di wilayah rawan campak.
Baca Juga:WFH No, Naik Sepeda OkeArus Balik Lebaran 2026 Hari Ini, Tol Cipali Masih One Way
Dia meminta agar Program imunisasi darurat (ORI) dan kejar imunisasi (CUC) kini digencarkan di banyak daerah. Terutama di Garut dan Tasikmalaya yang mengalami lonjakan kasus campak.
KDM pun mengingatkan, campak bisa menyebar cepat jika tidak dikendalikan. Karenanya tak ada jalan lain, kecuali menggencarkan ORI dan CUC.
Ada kenyataan yang mengejutkan di balik kasus meninggalnya dokter muda di Cianjur karena campak. Ternyata, masih ada sekitar 102 ribu anak di Jawa Barat yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Karenanya, KDM pun menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya campak. Dia mengungkapkan jika kasus ini bukan sekadar insiden, tapi peringatan serius bagi semua pihak.
Di antara yang KLB campak meningkat adalah di Garut dan Tasikmalaya. Pihak Dinas Kesehatan Jabar pun mengakui, rendahnya cakupan vaksinasi di beberapa daerah. Termasuk di Garut dan Tasikmalaya yang menjadi pemicu meningkatnya kasus.
Permintaan KDM agar pemerintah bergerak cepat dengan melalui imunisasi massal. Namun permintaan KDM tak mudah dilaksanakan. Masih banyak masyarakat yang menolak vaksin.
Pihak Kemenkes mencatat, kasus campak sempat melonjak hingga 2.740 kasus di awal 2026. Meski kini menurun, ancaman KLB masih menghantui sejumlah daerah seperti Garut dan Tasikmalaya.
Baca Juga:Arus Balik Lebaran Hari Ini, 87 Ribu Kendaraan Lintasi Tol CipaliLalu Lintas Tol Cipali Hari Ini, Ada Beberapa Perlambatan Arah Cirebon
Pemerintah kini gencar melakukan imunisasi massal, tapi satu hal jadi sorotan: masih banyak anak belum divaksin. “Kalau tidak segera ditangani, ini bisa meluas,” ujar pejabat kesehatan.
Pihak Kementerian Kesehatan pun berharap jangan sampai terlambat. Sebab, campak bukan penyakit biasa. Apalagi kini sudah memakan korban dari tenaga medis sendiri.
