Terkait WFH, Bupati Lucky Hakim Bersama SKPD akan Kaji Terlebih Dahulu

penerapan WFH
BERI KETERANGAN: Bupati Indramayu, Lucky Hakim, memberikan keterangan terkait rencana penerapan WFH bagi ASN di lingkungan Pemda Indramayu, kemarin (30/3). Foto: ANANG SYAHRONI/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Pemerintah pusat saat ini masih merancang aturan teknis pelaksanaan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan sebagai langkah untuk mendorong efisiensi serta mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM), seiring memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Meski aturan teknis tersebut belum ditetapkan, Pemerintah Daerah (Pemda) Indramayu mulai bersiap apabila kebijakan WFH benar-benar diterapkan.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim menyatakan bahwa kebijakan work from home (WFH) akan diberlakukan setelah ada aturan teknis dari pemerintah pusat. Namun demikian, pihaknya telah menyiapkan skema penerapan WFH di lingkungan Pemda Indramayu.

Baca Juga:Penyapu Koin Kucing-kucingan, Petugas Gabungan Patroli di Jembatan SewoMengenal Emilia Achmadi, Sosok Ahli Gizi di Balik Transformasi Timnas Indonesia Era John Herdman

“Kebijakan WFH untuk ASN akan kita terapkan karena memang diperlukan untuk penghematan. Namun, kemungkinan tidak pada hari Jumat, melainkan hari Rabu,” ujarnya seusai memimpin apel di Alun-alun Indramayu, Senin (30/3).

Sebelum diterapkan, Bupati Lucky akan terlebih dahulu membahas secara lebih rinci bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan para camat se-Kabupaten Indramayu terkait mekanisme penerapan WFH, termasuk dampak yang ditimbulkan di lingkungan Pemda.

“Kita akan kaji seberapa besar pengaruhnya, apakah ada dampak positif maupun negatif. Kemudian, seberapa besar manfaatnya terhadap penghematan, baik di daerah maupun secara nasional, khususnya dalam pengurangan konsumsi BBM. Jika diterapkan pun, kemungkinan bukan pada hari Jumat,” jelasnya.

Sementara itu, kebijakan WFH yang masih dalam tahap perancangan oleh pemerintah pusat juga mendapat tanggapan dari kalangan ASN di Kabupaten Indramayu. Salah seorang ASN yang enggan disebutkan namanya mengaku siap mengikuti aturan tersebut apabila benar-benar diterapkan.

“Terkait hari apa pun, kami siap. Jika itu sudah menjadi aturan pemerintah, sebagai ASN tentu akan kami ikuti, apalagi tujuannya baik untuk efisiensi dan penghematan BBM,” ujarnya. (oni)

0 Komentar