Meski demikian, Rahmat mengaku belum mengetahui secara pasti kebenaran informasi tersebut. Ia hanya mengikuti kabar yang beredar.
Sementara itu, kondisi berbeda terlihat di sejumlah SPBU swasta di wilayah dalam kota maupun Kabupaten Cirebon. Pantauan di beberapa SPBU swasta menunjukkan aktivitas pengisian masih relatif normal. Kendaraan yang datang tidak terlalu padat. Antrean kendaraan juga tidak tampak mengular seperti di beberapa SPBU Pertamina.
Sebagian kendaraan bisa langsung mengisi tanpa harus menunggu lama. Situasi di area dispenser terlihat terkendali. Kendaraan datang dan pergi secara bergantian tanpa kepadatan berarti.
Baca Juga:Tolak Renovasi, Kuasa Hukum Nashrudin Azis Tegaskan Gedung Setda adalah Barang BuktiAngka Pernikahan di Cirebon pada Momentum Syawal Kota Cirebon Naik, Kabupaten Justru Turun
Beberapa pengendara bahkan langsung menuju dispenser kosong begitu memasuki area SPBU. Aktivitas pengisian berlangsung seperti hari-hari biasa sebelum isu kenaikan BBM muncul. Tidak terlihat penumpukan kendaraan dalam jumlah besar.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi juga menegaskan Pertamina belum akan melakukan perubahan harga BBM, baik subsidi maupun non subsidi.
Penegasan tersebut disampaikan setelah pemerintah melakukan koordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Pertamina. Ia menyebut keputusan tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. “Pertamina menyatakan bahwa belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi,” ujarnya.
Dengan demikian, tidak akan terjadi kenaikan harga BBM per 1 April 2026. Pemerintah juga meminta masyarakat tidak panik menyikapi kabar yang beredar di media sosial. Prasetyo menegaskan ketersediaan BBM nasional tetap aman dan terjamin.
Ia berharap masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan tidak terpengaruh kabar yang belum terkonfirmasi. “Kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin,” katanya.
Sebelumnya, beredar dokumen di media sosial yang mencantumkan proyeksi kenaikan harga BBM non-subsidi. Beberapa jenis BBM disebut mengalami kenaikan, di antaranya Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Namun informasi itu telah dibantah Pertamina. Perusahaan energi milik negara itu menyatakan dokumen yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan dan bukan keputusan resmi. (ade/rc)
