INDRAMAYU – Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu berkomitmen membangun program ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu. Keseriusan tersebut terlihat dalam kegiatan halalbihalal antara pengurus KTNA Kabupaten Indramayu dan para ketua KTNA kecamatan se-Kabupaten Indramayu, Sabtu (4/4).
Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar pengurus dan anggota KTNA Kabupaten Indramayu, melainkan juga sebagai wujud kekompakan seluruh anggota dalam mendukung program pemerintah. Yakni swasembada pangan nasional, khususnya di Kabupaten Indramayu yang merupakan salah satu daerah produsen padi terbesar di Indonesia.
Ketua KTNA Kabupaten Indramayu, H Sutatang menyatakan, KTNA sebagai organisasi independen yang menaungi petani dan nelayan, merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun sektor pertanian dan perikanan. Oleh karena itu, ketika pemerintah memiliki program prioritas swasembada pangan, KTNA siap berperan aktif untuk mewujudkannya.
Baca Juga:Lucky Hakim Tuntut Perumdam Tirta Darma Ayu Perbaiki PelayananDPRD Kuningan Soroti Temuan BPK di Disdikbud, Nilai Miliaran Rupiah
“Ada beberapa langkah yang sudah kami persiapkan dan bahas. Seperti penyediaan varietas benih unggul yang tahan terhadap kondisi kekurangan air, pemeliharaan saluran irigasi secara rutin, serta memastikan ketersediaan pupuk yang aman untuk musim tanam gadu,” ujarnya.
Menurutnya, terdapat empat faktor utama yang menjadi kunci keberhasilan peningkatan produksi padi. Yaitu, pemilihan benih unggul, ketersediaan pasokan air yang memadai, kecukupan pupuk, serta penanganan hama dan penyakit tanaman yang tepat.
Sebagai langkah awal dalam mempersiapkan musim tanam gadu 2026, KTNA menyiapkan benih varietas unggul. Selain itu, terkait potensi kekurangan air akibat prediksi musim kemarau yang lebih panjang, KTNA merekomendasikan penggunaan varietas yang tahan terhadap kondisi kering dengan pasokan air minimal, serta melakukan pemeliharaan saluran irigasi secara rutin, baik saluran pembuangan maupun pengambilan.
“Karena diprediksi akan terjadi kemarau panjang, kami berharap BBWS dapat melakukan normalisasi pada saluran pembuangan dan pengambilan. Masyarakat juga diimbau untuk menjaga saluran irigasi dengan tidak membuang sampah ke dalamnya,” jelas Sutatang.
Ia juga berharap, pemerintah dapat memberikan bantuan berupa alat berat seperti beko atau mobil pengeruk berukuran kecil di setiap kecamatan yang nantinya akan dikelola oleh Brigade Pangan. Hal ini bertujuan untuk menjaga saluran irigasi agar tetap terpelihara, sehingga pasokan air ke sawah petani dapat berjalan lancar.
