KUNINGAN–Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kuningan mulai memanaskan mesin politik pasca capaian signifikan pada Pemilu 2024. Momentum Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di Grand Cordela Kuningan, Minggu (5/4), dimanfaatkan sebagai titik tolak konsolidasi sekaligus penegasan arah perjuangan partai ke depan.
Ketua DPC PKB Kuningan H Ujang Kosasih dalam orasi politiknya menegaskan bahwa capaian elektoral PKB bukan sekadar angka, melainkan refleksi dari kerja politik yang terstruktur dan berbasis kekuatan akar rumput.
“Perjalanan PKB di Kuningan menunjukkan tren yang terus menanjak. Tahun 2009 kita hanya meraih 26.413 suara dengan dua kursi, lalu meningkat menjadi lima kursi pada 2014, enam kursi di 2019, dan Alhamdulillah pada 2024 kita tembus 91.046 suara dengan delapan kursi di DPRD,” tegasnya.
Baca Juga:Lucky Hakim Tuntut Perumdam Tirta Darma Ayu Perbaiki PelayananDPRD Kuningan Soroti Temuan BPK di Disdikbud, Nilai Miliaran Rupiah
Menurutnya, lonjakan tersebut merupakan buah dari kerja kolektif seluruh elemen partai mulai dari para caleg, struktur pengurus, hingga dukungan moral dan spiritual dari kalangan kiai serta basis tradisional Nahdlatul Ulama yang selama ini menjadi salah satu penopang utama PKB.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut justru menjadi titik awal untuk memperkuat konsolidasi politik, bukan alasan untuk berpuas diri. Menatap kontestasi Pemilu 2029, PKB Kuningan tengah fokus melakukan institusionalisasi partai secara menyeluruh.
Di tingkat struktural, penguatan dilakukan melalui dua pilar utama, yakni Dewan Syuro yang dihuni para kiai dan sesepuh, serta Dewan Tanfidz sebagai motor eksekusi politik. Sementara di level bawah, mesin partai terus diperluas hingga ke akar rumput.
“Seluruh kepengurusan di 32 kecamatan sudah terbentuk. Sebanyak 536 pengurus DPAC juga sudah kita gembleng melalui pelatihan intensif. Ini bagian dari strategi membangun kader loyalis yang siap bergerak,” ujarnya.
Lebih jauh, PKB Kuningan kini tengah menargetkan pembentukan struktur hingga ke tingkat ranting di 376 desa dan kelurahan. Bahkan, partai menargetkan pembentukan kepengurusan hingga anak ranting di setiap kampung sebagai basis penguatan politik berbasis komunitas.
“Kalau dalam satu desa ada beberapa kampung, maka setiap kampung harus ada pengurus PKB. Ini adalah strategi kita untuk memastikan kehadiran partai benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
