Pengemudi Xpander Merah Diduga Serangan Jantung di Jl dr Cipto Kota Cirebon

pengemudi xpander serangan jantung di jl cipto cirebon
Pengemudi mobil Mitsubishi Xpander warna merah nopol E 1266 DN, di Jln Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon tepatnya di depan SMA Negeri 2 Kota Cirebon, pada Senin, 6, April 2026. Foto: Ist - radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Seorang laki-laki berusia kurang lebih 50 tahun ditemukan dalam kondisi kejang-kejang di dalam mobil Mitsubishi Xpander warna merah nopol E 1266 DN, di Jln Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon tepatnya di depan SMA Negeri 2 Kota Cirebon, pada Senin, 6, April 2026.

Salah satu saksi, scurity DKUKMPP Kota Cirebon, Agus Sutrino menyebut pihaknya awalnya mendapat laporan dari salah satu ojek online, bahwa ada seseorang yang dalam kondisi berbusa dan kejang-kejang di dalam mobil.

Menindaklanjuti laporan itu, Agus pun menghampiri. Benar saja, korban laki-laki berusia sekitar 50 tahun sedang kejang-kejang di dalam mobilnya. Agus langsung meminta temannya untuk menghubungi kepolisian dan ambulan agar segera datang.

Baca Juga:Geger Meteor di Lampung, Kilatan Cahaya Ternyata Sampah AntariksaMomen Langka! Astronaut Artemis II Selfie dengan Bumi Pakai Kamera Depan iPhone 17 Pro Max

“Sebenarnya mobil itu ada dari pukul 10.00 WIB. Terus ketahuan sama kita dia berbusa sekitar 11.30-an. Saya lihat dia sedang kejang-kejang dan mulut berbusa, korban duduk di depan posisi pengemudi. Jadi saya panggil polisi dan ambulan. Sekitar pukul 12.00 polisi dan ambulan datang tepat waktu,” ujar Agus kepada Radar Cirebon di lokasi kejadian.

Melihat kondisi korban yang masi kejang dan belum meninggal dunia, polisi dan ambulane pun bergegas menyelamatkan korban ke Rumah sakit terdekat. “Kondisi korban masi hidup, belum meninggal dunia,” tandasnya.

Setelah kejadian itu, sejumlah warga yang biasa nongkrong di lokasi tersebut menyebut bahwa korban kerapkali nongkrong di depan SMA Negeri 2 Cirebon, untuk menjemput seseorang.

“Kata tukang parkir, dia sering nongkrong disitu, jemput anak Sekolah. Tidak tahu apakah jemput anaknya atau orang seruan untuk jemput. Kalau identitasnya saya tidak tahu,” tandasnya.

Warga lainnya bernama Nano juga ada di lokasi saat ramai-ramai itu terjadi. Tetapi dirinya tidak mengetahui kronologis dari peristiwa tersebut. “Saya hanya tahu ramainya saja, ada orang kejang berbusa. Sudah ada polisi dan ditangani oleh mereka. Kondisinya saya tidak tahu,” ujarnya.

0 Komentar