RADARCIREBON.ID –Menghadapi situasi keamanan yang kian memanas di Lebanon selatan, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memerintahkan seluruh prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian dunia untuk segera berlindung di bunker. Instruksi ini disampaikan secara langsung melalui sambungan video kepada Komandan Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL, Lebanon.
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjaga keselamatan personel sekaligus memastikan kondisi mental prajurit tetap terjaga. Ia meminta seluruh anggota untuk menghentikan aktivitas di luar dan fokus pada pengamanan internal di area penugasan.
“Jaga moril prajurit yang ada di sana, tetap laksanakan pengamanan intern ya, masuk ke bunker-bunker, dan tidak ada kegiatan lagi keluar, dan jaga moril prajurit supaya tetap semangat ya, makasih. Semangat bertugas,” kata Agus saat menyampaikan arahan sebagaimana diposting dalam akun Instagramnya, Minggu (5/4/2026).
Baca Juga:Perusahaan Pintu Baja Fortress Buka Cabang di CirebonVolume Pengiriman Barang JNE Cirebon Melonjak di Bulan Maret, Produk Fashion Dominan
Perintah tersebut langsung direspons oleh Komandan Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang menyatakan kesiapan jajarannya untuk melaksanakan instruksi tanpa pengecualian. Komunikasi singkat itu juga diwarnai pesan penyemangat agar prajurit tetap teguh menjalankan tugas negara.
“Siap dilaksanakan, Panglima,” katanya.
“Tetap semangat,” ucap Agus.
“Terima kasih atas arahannya, kami sampaikan salam Panglima kepada seluruh prajurit, siap,” jawab Komandan Satgas Yonmek XXIII-S/UNFIL.
Agus kembali mengingatkan bahwa keselamatan prajurit merupakan prioritas utama. Ia juga menyampaikan doa dan dukungan moral agar seluruh personel yang bertugas senantiasa diberikan perlindungan dan kekuatan dalam menjalankan misi.
“Semoga seluruh prajurit senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, Tuhan Yang Mahakuasa, diberikan kekuatan dan keteguhan di setiap langkah pengabdian. Doa kami menyertai setiap langkah kalian,” tulis Agus dalam caption unggahan video call itu.
Di sisi lain, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa keberadaan prajurit TNI dalam misi UNIFIL PBB merupakan bagian dari tugas mulia yang diemban oleh personel terbaik bangsa. Ia meminta keluarga di Tanah Air untuk tidak diliputi kekhawatiran berlebihan, seraya terus mendoakan keselamatan mereka.
“Tidak usah risau sebetulnya, mereka juga sebetulnya yang tahu apa yang harus dilakukan. Tapi apa pun juga semua pasti ada risikonya di tengah-tengah kejadian tersebut. Yang penting doakan saja semua bisa berjalan dengan baik,” ujar Maruli.
