Menurut Maruli, instruksi untuk masuk ke bunker bukanlah tindakan panik, melainkan prosedur standar operasi yang telah lama diterapkan dalam penugasan di wilayah konflik. Bunker berfungsi sebagai sarana perlindungan sekaligus titik pertahanan dalam situasi tertentu.
Ia menambahkan, penggunaan bunker telah menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi militer di daerah rawan konflik sejak lama, sehingga seluruh prajurit telah dibekali pemahaman terkait prosedur tersebut.
Situasi di Lebanon memang tengah menjadi perhatian setelah serangkaian insiden yang menimpa pasukan penjaga perdamaian. Dalam dua kejadian terpisah, tiga prajurit TNI dilaporkan gugur saat menjalankan tugas.
Baca Juga:Perusahaan Pintu Baja Fortress Buka Cabang di CirebonVolume Pengiriman Barang JNE Cirebon Melonjak di Bulan Maret, Produk Fashion Dominan
Farizal Rhomadon gugur akibat serangan terhadap posisi UNIFIL di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026. Sehari berselang, Zulmi Aditya Iskandar dan Muhammad Nur Ichwan meninggal dunia setelah kendaraan yang mereka tumpangi terkena ledakan bom di wilayah dekat Bani Hayyan.
Kehilangan tersebut menjadi duka mendalam bagi TNI. Maruli menyebut para prajurit yang gugur sebagai putra-putra terbaik bangsa yang telah mengorbankan jiwa raga dalam menjalankan tugas internasional.
Di tengah situasi yang penuh risiko, TNI memastikan seluruh langkah pengamanan terus diperkuat guna melindungi prajurit yang masih bertugas di wilayah tersebut. (dsw)
