RADARCIREBON.ID – Kenaikan harga plastik terus terjadi sejak Maret 2026 dan kini mencapai 80 hingga 90 persen. Lonjakan ini dipicu terganggunya rantai pasok bahan baku plastik (nafta) akibat konflik di Timur Tengah, yang berdampak pada mahalnya impor biji plastik.
Kondisi tersebut dirasakan para pelaku usaha, termasuk toko grosir plastik di Kota Cirebon. Owner Toko Sumber Makmur, William mengatakan kenaikan harga mulai terjadi sejak konflik di kawasan tersebut memanas.
“Kenaikannya cukup signifikan, bahkan hampir mencapai 80 sampai 90 persen,” ujarnya.
Baca Juga:Epson Resmikan Solution Center di SurabayaPerintah Masuk Bunker, Menyusul Meningkatnya Eskalasi Konflik di Lebanon
Ia mencontohkan, harga kantong kresek putih yang sebelumnya Rp13.800 per bungkus kini naik menjadi sekitar Rp23 ribu per bungkus. Kenaikan serupa terjadi pada hampir seluruh jenis plastik yang dijual.
Menurut William, kenaikan ini tidak hanya terjadi di Cirebon, tetapi juga di berbagai daerah lain. Pasokan barang dari sejumlah kota mengalami keterbatasan, bahkan harus diperebutkan.
“Baik plastik murni maupun daur ulang harganya naik. Pasokan juga terbatas,” katanya.
Ia menilai kondisi ini merupakan yang terburuk selama ini. Sebelumnya, kenaikan harga plastik biasanya terjadi saat momen tertentu seperti Idul Fitri, namun masih dalam batas wajar.
“Biasanya hanya naik Rp500 sampai Rp2.000 per bungkus, lalu kembali normal. Ini kenaikan tertinggi yang pernah terjadi,” ungkapnya.
Tidak hanya plastik, kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah kebutuhan pokok dan air mineral di pasaran. Pantauan di Pasar Drajat, Senin (6/4/2026), menunjukkan beberapa komoditas mengalami penyesuaian harga.
Gula pasir naik dari Rp18.000 menjadi Rp19.000 per kilogram, beras ketan dari Rp20.000 menjadi Rp25.000, serta gula merah dari Rp17.000 menjadi Rp18.000.
Baca Juga:DPRD Cirebon Dorong Kolaborasi dan Pembangunan BerkelanjutanSaat Fadli Zon Mengunjungi Gedung Kesenian Nyi Mas Rara Santang Cirebon
Pedagang Pasar Drajat, Uus Kusmayadi, mengatakan kenaikan harga terjadi pada berbagai komoditas, mulai dari sembako, air mineral, hingga plastik. Bahkan, menurutnya, kenaikan tersebut bukan sekadar naik harga, melainkan sudah seperti “ganti harga”.
“Kita bingung, plastik bukan lagi naik harga, tapi sudah ganti harga,” ujarnya.
Ia merinci, harga plastik putih melonjak dari Rp25.500 menjadi Rp52.000 per kilogram. Plastik es naik dari Rp28.000 menjadi Rp53.000 per kilogram, sementara kantong plastik dari Rp6.000 menjadi Rp9.000.
