Selain itu, kertas nasi juga naik dari Rp22.000 menjadi Rp31.500, dan plastik kresek hitam dari Rp21.000 menjadi Rp23.000.
Kenaikan turut terjadi pada air mineral. Beberapa merek mengalami penyesuaian harga, seperti kemasan 600 ml dari Rp44.000 menjadi Rp45.000 per dus, serta kemasan 1,5 liter dari Rp49.000 menjadi Rp51.000.
Sementara itu, harga minyak goreng curah relatif stabil di Rp23.000 per kilogram, namun minyak goreng kemasan naik dari Rp18.000 menjadi Rp19.000. Di sisi lain, harga telur justru mengalami penurunan dari Rp33.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.
Baca Juga:Epson Resmikan Solution Center di SurabayaPerintah Masuk Bunker, Menyusul Meningkatnya Eskalasi Konflik di Lebanon
Kenaikan harga plastik dan sejumlah kebutuhan pokok ini menambah beban pelaku usaha dan masyarakat. Pelaku usaha berharap kondisi pasokan global segera membaik agar harga kembali stabil.
Pembelian Take Away Tambah Biaya Rp3.000
Pengusaha kuliner di Cirebon turut terdampak lonjakan harga plastik yang terjadi sejak beberapa waktu terakhir. Kondisi ini diperparah dengan kenaikan harga bahan baku, sehingga pelaku usaha mulai menerapkan biaya tambahan untuk kemasan (packaging).
Salah satu pelaku usaha, Kiki Khoirunnisa, mengaku mulai memberlakukan biaya tambahan bagi pelanggan yang memesan makanan untuk dibawa pulang (take away). Pemilik lima brand kuliner di Cirebon ini merasakan kenaikan harga plastik hingga 40 persen.
Dalam kondisi normal, ia mengeluarkan biaya sekitar Rp350 ribu hingga Rp400 ribu per hari untuk kebutuhan plastik, mulai dari plastik kecil hingga besar serta kresek berbagai ukuran. Namun kini, biaya tersebut meningkat menjadi sekitar Rp600 ribu per hari.
“Saat ini pengeluaran untuk plastik bisa mencapai Rp600 ribu per hari untuk lima usaha,” ujarnya.
Kenaikan harga terjadi pada berbagai jenis plastik. Plastik es yang sebelumnya Rp16 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp24 ribu. Kresek putih yang semula Rp15 ribu per bungkus meningkat menjadi Rp23 ribu. Sementara kresek ukuran 50 mengalami kenaikan paling tinggi, dari Rp30 ribu menjadi Rp46 ribu hingga Rp50 ribu per bungkus.
“Kenaikannya cukup tinggi. Baru kali ini saya mengalami lonjakan harga plastik seperti ini,” katanya.
Baca Juga:DPRD Cirebon Dorong Kolaborasi dan Pembangunan BerkelanjutanSaat Fadli Zon Mengunjungi Gedung Kesenian Nyi Mas Rara Santang Cirebon
Kiki mengaku kondisi tersebut membuat operasional usahanya semakin berat. Selain harga plastik, sejumlah bahan baku juga mengalami kenaikan. Harga udang dan cumi, misalnya, naik dari Rp115 ribu menjadi Rp135 ribu per kilogram. Harga ayam yang sebelumnya sekitar Rp28 ribu per kilogram kini berada di kisaran Rp38 ribu, bahkan sempat mencapai Rp42 ribu per kilogram.
