Ledakan Dini Hari Picu Kebakaran Bangunan di Winduhaji, Kerugian Capai Rp36,5 Juta

gudang peternakan
DIPADAMKAN: Kebakaran dini hari hanguskan mes dan gudang peternakan di Winduhaji, Kuningan. Diduga dipicu korsleting listrik, kerugian ditaksir puluhan juta rupiah. Foto: Damkar kuningan 
0 Komentar

KUNINGAN–Kobaran api yang muncul di tengah malam membakar mes karyawan dan gudang milik H Dudung di Kelurahan Winduhaji, Kabupaten Kuningan, Senin (6/4) sekitar pukul 01.30 WIB. Dua kali ledakan yang terdengar sebelumnya memicu kepanikan di lingkungan peternakan ayam.

Kepala UPT Damkar Kuningan Andri Arga Kusumah, menjelaskan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Sebelum api membesar, sempat terdengar dua kali ledakan dari area bangunan.

“Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 01.00 WIB terdengar dua kali ledakan. Tidak lama kemudian diketahui api sudah membakar mes karyawan dan gudang,” ujarnya.

Baca Juga:Muscab PKB Kuningan, Ujang Kosasih Beberkan Capaian Kerja Politik Sejak 2009Revitalisasi Tambak Nila di Indramayu untuk Kesejahteraan, Bukan Memiskinkan Petani

Salah seorang karyawan peternakan, Agung, yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya mencari bantuan. Dalam kondisi panik, ia menuju kantor UPT Damkar Kuningan untuk melaporkan kejadian karena api dengan cepat membesar dan dikhawatirkan merembet ke kandang ayam.

Petugas Damkar Kuningan kemudian diterjunkan ke lokasi dengan kekuatan 10 personel dan dua unit kendaraan pemadam. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung selama kurang lebih satu jam, dibantu oleh para karyawan peternakan.

“Api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke kandang ayam. Setelah itu dilakukan proses pendinginan serta pengumpulan keterangan dari para saksi di lokasi,” terangnya.

Akibat kejadian tersebut, satu bangunan semi permanen berukuran 10 x 4 meter hangus terbakar. Kerugian materi ditaksir mencapai Rp36,5 juta. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini menyebabkan trauma dan kepanikan bagi para karyawan di lokasi kejadian.

Petugas juga menghadapi kendala saat proses pemadaman, lantaran lokasi kebakaran berada cukup jauh dari akses jalan, sehingga kendaraan pemadam tidak bisa menjangkau titik api secara maksimal.

Damkar Kuningan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik, penggunaan gas, hingga aktivitas pembakaran sampah.

“Pastikan instalasi listrik aman, gunakan peralatan berstandar, dan hindari penggunaan colokan berlebih. Selain itu, lingkungan permukiman maupun perusahaan diharapkan memiliki sarana proteksi kebakaran seperti APAR dan tandon air,” pungkasnya. (ags)

0 Komentar