LONDON – Leeds United akhirnya memastikan tiket ke semifinal Piala FA untuk pertama kalinya dalam 39 tahun setelah menundukkan West Ham United melalui adu penalti yang menegangkan. Kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu dalam laga yang digelar di Stadion Olimpiade London, Senin (6/4) dini hari WIB.
Leeds sempat unggul dua gol hingga memasuki menit ke-94. Namun, West Ham berhasil bangkit di penghujung laga dan memaksakan pertandingan berlanjut ke extra time. Meski begitu, Leeds mampu bertahan selama 30 menit tambahan sebelum memastikan kemenangan lewat drama adu penalti.
Keberhasilan ini menjadi catatan bersejarah bagi Leeds. Terakhir kali mereka mencapai semifinal Piala FA adalah pada 1987, saat dikalahkan Coventry City. Selain itu, Leeds juga belum pernah tampil di Wembley untuk laga non playoff sejak 1996, dan terakhir kali menjadi juara pada 1972.
Baca Juga:Muscab PKB Kuningan, Ujang Kosasih Beberkan Capaian Kerja Politik Sejak 2009Revitalisasi Tambak Nila di Indramayu untuk Kesejahteraan, Bukan Memiskinkan Petani
Pertandingan dimulai dengan gol pembuka Leeds pada menit ke-26 yang dicetak oleh Ao Tanaka setelah menerima umpan dari sisi kiri. Permainan mereka tetap dominan hingga babak kedua, sebelum keunggulan bertambah lewat penalti Dominic Calvert-Lewin pada menit ke-74.
West Ham kemudian memperkecil ketertinggalan melalui Mateus Fernandes di menit ke-93. Tak lama berselang, Axel Disasi berhasil menyamakan skor menjadi 2-2, memaksa laga berlanjut ke babak tambahan.
Di extra time, West Ham sempat mencetak dua gol, tetapi keduanya dianulir karena offside. Skor imbang pun bertahan hingga akhir, sehingga pemenang ditentukan melalui adu penalti. Leeds akhirnya keluar sebagai pemenang setelah Pascal Struijk sukses mengeksekusi penalti penentu. Hasil ini membawa Leeds melaju ke Wembley untuk menghadapi Chelsea di semifinal.
Pelatih Leeds, Daniel Farke, mengakui timnya sempat kehilangan kontrol permainan, tetapi tetap bangga dengan respons para pemainnya.
“Kami tidak pernah menjalani pertandingan dengan mudah. Seharusnya kami bisa membuatnya lebih sederhana jika lebih tenang, tetapi ini adalah laga tandang di perempat final dan kami tahu lawan akan berjuang hingga akhir,” ujar Farke, dikutip dari The Athletic.
“Saya bangga karena tim mampu kembali fokus setelah momen sulit. Ini pertandingan yang berat, namun merayakannya bersama suporter memberi dorongan besar bagi kami,” tambahnya.
