Masalah Sampah di Kabupaten Cirebon, DLH Sebut Lonjakan Terjadi Serempak

Dede Sudiono ST MSi Kepala DLH Kabupaten Cirebon
Dede Sudiono ST MSi Kepala DLH Kabupaten Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon menyebutkan keterlambatan pengangkutan sampah di TPS Desa Kecomberan Kecamatan Talun bukan tanpa alasan.

Lonjakan volume sampah pasca Lebaran menjadi faktor utama yang memengaruhi layanan di sejumlah titik.

Kepala DLH Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono ST MSi mengungkapkan, peningkatan sampah terjadi secara signifikan dan merata di seluruh wilayah.

Baca Juga:Perintah Masuk Bunker, Menyusul Meningkatnya Eskalasi Konflik di LebanonDPRD Cirebon Dorong Kolaborasi dan Pembangunan Berkelanjutan

Bahkan, total volume sampah disebut mencapai sekitar 1.500 ton per hari pasca Lebaran Idul Fitri.

“Keterlambatan pengangkutan di beberapa TPS bukan berarti adanya penghentian layanan, melainkan karena armada sedang bertugas di lokasi lain,” kata Kepala DLH Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono ST MSi.

Dijelaskannya, dalam kondisi normal, pengangkutan di TPS Kecomberan dilakukan hingga dua rit per hari. Namun, pasca Lebaran, terjadi penumpukan yang cukup signifikan, sementara jumlah armada masih terbatas.

“Biasanya dua rit per hari, tetapi karena lonjakan volume sampah, kami harus membagi armada ke seluruh TPS di Kabupaten Cirebon,” jelasnya.

Meski demikian, DLH bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat dan media. Sebanyak 10 armada pengangkut dan satu unit ekskavator langsung diterjunkan untuk mempercepat proses pembersihan di TPS Kecomberan.

“Alhamdulillah, kami juga berkolaborasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Cirebon untuk percepatan penanganan. Kedepan, kami berharap TPS dimanfaatkan sesuai fungsinya, serta ada partisipasi aktif dari masyarakat,” imbuhnya.

Dede mengakui masih menghadapi keterbatasan armada. Namun, pihaknya tetap berkomitmen memberikan pelayanan maksimal dalam penanganan sampah di tengah berbagai kendala tersebut.

Baca Juga:Saat Fadli Zon Mengunjungi Gedung Kesenian Nyi Mas Rara Santang CirebonTerdampak Konflik Global, Harga Plastik di Cirebon Melonjak hingga 40 Persen

“Kami akan tetap optimal, meskipun dengan keterbatasan. Tapi kami juga membutuhkan kolaborasi semua pihak agar penanganan sampah bisa lebih efektif,” tegasnya.

Di sisi lain, upaya jangka panjang terus dilakukan melalui edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat. Salah satunya lewat program Sekolah Adiwiyata yang menyasar siswa dari tingkat TK hingga SMA.

“Edukasi terus kami lakukan, mulai dari pemilahan sampah organik dan non-organik hingga pemanfaatannya, seperti maggot. Harapannya, kebiasaan ini tidak hanya di sekolah, tetapi juga diterapkan di rumah,” pungkasnya. (sam)

0 Komentar