Pedagang Kecil Keluhkan Kenaikan Harga Plastik yang Hampir 100 Persen

Pedagang kecil keluhkan kenaikan harga plastik
Pedagang kecil keluhkan kenaikan harga plastik
0 Komentar

MAJALENGKA – Lonjakan harga plastik sejak Maret 2026 semakin dirasakan di berbagai sektor, mulai dari pedagang kecil hingga pelaku industri.

Kenaikan harga tersebut bahkan mencapai 50 hingga hampir 100 persen, memicu kekhawatiran di tengah tingginya kebutuhan pasar.

Pengamat kebijakan publik, Ali Mucasin, mengatakan fenomena ini dipengaruhi sejumlah faktor global dan domestik yang menekan rantai pasok bahan baku plastik di Indonesia.

Baca Juga:Bek Persib Tetap Konsentrasi, Tak Mau Gegabah Hitung Peluang JuaraGBI Kalvari Kota Cirebon Gelar Donor Darah dan Pengobatan Gratis

Salah satu penyebab utama adalah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

“Ketegangan ini berdampak langsung pada jalur distribusi energi global, terutama di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital pengiriman minyak mentah dan bahan baku turunan seperti nafta, komponen utama produksi plastik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gangguan distribusi di kawasan tersebut menyebabkan pasokan tersendat dan harga bahan baku melonjak di pasar internasional.

Selain faktor global, kondisi musiman juga turut memengaruhi. Menjelang dan setelah Lebaran, permintaan kemasan plastik meningkat tajam, khususnya untuk sektor makanan, minuman, dan ritel.

Lonjakan permintaan di tengah keterbatasan pasokan memicu ketidakseimbangan pasar yang mendorong harga terus naik.

“Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga memperberat biaya impor bahan baku plastik, sehingga harga biji plastik menjadi lebih mahal,” jelasnya.

Ia mencontohkan, harga plastik kresek yang sebelumnya Rp10 ribu per pak kini naik menjadi Rp15 ribu. Sementara jenis lainnya meningkat dari Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu.

Baca Juga:Bojan Hodak: Meski Menang Tapi Performa Persib Belum Maksimal Bupati Sesalkan Tumpukan Sampah di Jembatan Jatitujuh

Berdasarkan pantauan di pasar, harga biji plastik melonjak dari kisaran Rp15.000–Rp17.000 per kilogram menjadi sekitar Rp30.000 per kilogram dalam periode Maret hingga April 2026.

Kondisi tersebut memaksa pelaku usaha menaikkan harga jual atau menekan margin keuntungan agar tetap bertahan.

Salah satu pedagang es buah, Riyan, mengaku kenaikan harga terjadi berulang kali sejak Ramadan hingga setelah Lebaran.

“Awalnya diperkirakan akan turun setelah puasa, tetapi justru terus naik hingga Lebaran,” katanya.

Ia menyebut kenaikan tidak lagi dalam kisaran kecil, melainkan mencapai Rp17 ribu hingga Rp20 ribu, tergantung jenis produk.

0 Komentar