Sementara itu, Manuel Angel dan Brahim Diaz juga dinilai belum memberikan dampak yang konsisten, terutama dalam laga-laga besar. Arbeloa tampaknya sadar bahwa laga melawan Bayern adalah momen yang tidak boleh gagal.
Dengan hanya tersisa beberapa pertandingan di LaLiga dan selisih poin yang cukup jauh dari Barcelona, Real Madrid kini seperti menaruh seluruh musim mereka di Liga Champions. Situasi itu membuat posisi Arbeloa semakin sulit. Manajemen klub diyakini hanya akan mempertahankan dirinya jika mampu membawa pulang trofi besar musim ini.
Artinya, kegagalan di Liga Champions bisa memicu perubahan besar di Real Madrid. Mulai dari pergantian pelatih hingga perombakan skuad. Para pemain juga disebut mulai menyadari bahwa inkonsistensi motivasi menjadi salah satu masalah utama mereka musim ini. (mid)
