Terkait Gedong Duwur, Pemkab Indramayu Upayakan Perbaikan Lewat Anggaran Perubahan

Gedong Duwur
BERI KETERANGAN: Bupati Indramayu, Lucky Hakim, memberikan keterangan terkait ambruknya cagar budaya Gedong Duwur, memastikan revitalisasi diusahakan melalui anggaran perubahan. Foto: ANANG SYAHRONI / RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Ambruknya bangunan cagar budaya Gedong Duwur beberapa waktu lalu, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu. Pemkab berencana mengupayakan perbaikan melalui anggaran perubahan.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim mengungkapkan, pemeliharaan bangunan cagar budaya di wilayahnya saat ini terkendala keterbatasan anggaran. Ia bahkan menyebut, pada tahun ini tidak tersedia alokasi anggaran untuk perawatan bangunan cagar budaya.

“Semua sektor itu penting, tetapi kembali lagi pada kemampuan anggaran. Seni, budaya, dan olahraga, kerap terkesan terpinggirkan karena keterbatasan tersebut. Kami terus berupaya menyesuaikan dengan kebijakan provinsi dan pemerintah pusat,” ujarnya, belum lama ini.

Baca Juga:Muscab PKB Kuningan, Ujang Kosasih Beberkan Capaian Kerja Politik Sejak 2009Revitalisasi Tambak Nila di Indramayu untuk Kesejahteraan, Bukan Memiskinkan Petani

Lucky mencontohkan rencana revitalisasi sport center yang sebelumnya telah dianggarkan hampir Rp200 miliar oleh Pemkab Indramayu. Namun, rencana tersebut dicoret dalam evaluasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena dinilai tidak sejalan dengan prioritas provinsi yang lebih fokus pada pembangunan infrastruktur.

Ia juga menjelaskan bahwa penggunaan dana Biaya Tak Terduga (BTT) tidak memungkinkan untuk perbaikan Gedong Duwur. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan mengupayakan perbaikan melalui anggaran perubahan.

“Untuk revitalisasi Gedong Duwur, kami akan berusaha mengalokasikannya melalui anggaran perubahan agar bisa segera diperbaiki. Mengingat, kondisinya sudah ambruk dan menjadi prioritas,” jelasnya.

Sebelumnya, peristiwa ambruknya Gedong Duwur juga mendapat perhatian dari DPRD Indramayu, khususnya Komisi II, yang berkomitmen mendorong dukungan anggaran untuk revitalisasi bangunan tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Indramayu, Imron Rosadi menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini menghadapi keterbatasan anggaran di berbagai sektor, termasuk kebudayaan.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya anggaran untuk sektor kebudayaan mencapai Rp3 miliar. Namun kini hanya sekitar Rp500 juta. Kondisi ini menjadi kendala dalam melakukan perawatan bangunan cagar budaya yang mengalami kerusakan, termasuk Gedong Duwur.

“Ya, kami akan terus berupaya bersama, termasuk mendorong pemerintah pusat agar turut membantu. Kami berharap bangunan-bangunan cagar budaya di Indramayu bisa segera direnovasi dan dirawat secara berkala agar tidak mengalami kerusakan lebih parah,” ujarnya. (oni)

0 Komentar