Bupati kembali menegaskan keterbukaannya dengan mengundang sekitar 15 perwakilan KOMPI untuk berdialog pada malam hari. “Kami tunggu di Pendopo Indramayu untuk berdiskusi,” pungkas Lucky, menegaskan komitmennya membuka ruang musyawarah demi kepentingan bersama.
Sekitar pukul 17.30, perwakilan KOMPI meninggalkan Pendopo Indramayu. Sementara itu, karung berisi koin yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah ditinggalkan di depan pintu masuk kantor bupati dan hanya ditutup dengan karung.
Hingga malam hari, belum ada pihak yang berani menyentuh koin-koin tersebut yang masih berada di lokasi. (oni/dun)
