RADARCIREBON.ID – Kenaikan harga bahan baku dan kemasan dikeluhkan para pedagang di Kabupaten Cirebon.
Selain harga plastik yang melonjak, masyarakat kini juga menghadapi kenaikan harga kedelai impor yang berdampak langsung pada produk turunannya di pasaran.
Salah satu pedagang di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, Ida mengatakan, kenaikan harga mulai dirasakan sejak bulan Ramadan 2026.
Baca Juga:Musrenbang 2027, Pemkab Cirebon Fokus Ekonomi hingga InfrastrukturMasjid Ramah Pemudik Berhasil Layani Jutaan Orang
Lonjakan harga kedelai sebagai bahan baku utama membuat harga jual tempe dan tahu ikut naik.
“Satu papan tempe biasanya Rp8 ribu, sekarang jadi Rp12 ribu,” ujar Ida kepada Radar Cirebon, Rabu (8/4/2026).
Tak hanya tempe, harga tahu juga mengalami kenaikan. Jika sebelumnya satu plastik berisi enam potong tahu dijual Rp2 ribu, kini naik menjadi Rp3 ribu.
Kenaikan ini, kata Ida, turut merembet ke komoditas lain seperti toge hijau yang berbahan dasar kacang hijau.
Menurutnya, harga kedelai di pasaran saat ini mencapai sekitar Rp11 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp9 ribu per kilogram.
Kondisi tersebut membuat beban pedagang semakin berat, terlebih di saat bersamaan harga plastik kemasan juga ikut melonjak.
“Sekarang bukan cuma bahan baku, plastik pembungkus sama kresek juga naik. Jadi harga jual tempe juga ikut naik,” katanya.
Baca Juga:Baznas Siapkan 9,4 Ton Beras untuk Amil Kelurahan dan KecamatanRazia Gabungan dan Tes Urine di Rutan Kelas I Cirebon
Ia mengungkapkan, kenaikan harga ini tidak hanya dikeluhkan pedagang, tetapi juga konsumen yang menginginkan harga tetap terjangkau.
Namun di sisi lain, para pedagang juga kesulitan menekan harga karena biaya produksi yang terus meningkat. “Konsumen maunya murah, tapi barang-barang semua naik,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Suci, warga Sumber, yang merasakan langsung dampak kenaikan harga tersebut.
Menurutnya, harga tempe dan tahu yang naik cukup terasa dalam pengeluaran harian.
“Sekarang beli tempe sama tahu jadi lebih mahal, padahal itu kebutuhan sehari-hari,” kata Suci.
Ia berharap harga bahan pokok, termasuk kedelai dan kemasan plastik, bisa kembali stabil agar tidak terlalu membebani masyarakat kecil.
Untuk menyiasati kondisi tersebut, sejumlah pedagang terpaksa mengurangi pasokan agar tetap bisa bertahan.
