RADARCIREBON.ID – Israel kian buta mata hatinya. Sudah tidak bisa membedakan mana kawan dan mana lawan. Yang penting semua objek mencurigakan di Iran terus dibombardir.
Sebelum gencatan senjata berlaku, Israel kena batunya. Tentara zionis itu menyerang fasilitas ibadah dan rumah-rumah komunitas mereka sendiri di ibukota Iran.
Entah sengaja atau tidak, Israel menyerang sebuah sinagoge di pusat Kota Teheran. Namun, sinagoge itu merupakan tempat ibadah bagi agama Yahudi yang sudah lama tinggal di Iran.
Baca Juga:Geger Meteor di Lampung, Kilatan Cahaya Ternyata Sampah AntariksaMomen Langka! Astronaut Artemis II Selfie dengan Bumi Pakai Kamera Depan iPhone 17 Pro Max
Wajar saja jika komunitas Yahudi Iran mengecam serangan udara Israel itu. Sebab serangan menghantam sebuah sinagoge di pusat Teheran, pada Selasa, 7 April 2026, dianggap sebagai kejahatan.
Akhirnya, akibat serangan yang membabi-buta itu, komunitas Yahudi tersebut menegaskan dukungan penuh kepada Iran. Terutama dalam menghadapi agresi Israel dan Amerika Serikat.
Seperti dilaporkan Press TV, dalam serangan tersebut, Sinagoge Rafi-Nia hancur total. Bukan itu saja, sejumlah rumah di sekitar lokasi yang dihuni bangsa Yahudi, juga mengalami kerusakan berat.
Dari tayangkan yang beredar luas memperlihatkan petugas pertahanan sipil menyisir puing-puing bangunan. Sejumlah kitab dan buku berbahasa Ibrani terlihat berserakan di antara reruntuhan.
Dalam pernyataan resminya, komunitas Yahudi Iran menyebut serangan terhadap tempat ibadah itu sebagai bukti lanjutan permusuhan Israel terhadap rakyat Iran. Serangan itu tanpa memandang latar belakang etnis maupun agama.
Wajar jika komunitas itu kembali menegaskan loyalitas historis mereka kepada negara dan rakyat Iran. Tentu juga kepada kepemimpinan nasional di tengah eskalasi serangan terhadap fasilitas sipil dan keagamaan.
Kecaman serupa disampaikan Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Aref melalui akun X. Menurut dia, serangan terhadap sinagoge di Teheran dan gereja di Isfahan tidak dapat dipandang semata sebagai serangan terhadap komunitas agama tertentu.
Baca Juga:Duduk Perkara Warga Puri Cirebon Lestari Protes dan Minta Tutup TPS KecomberanWarga Puri Cirebon Lestari Protes, Sampah di TPS Kecomberan Tak Diangkut sejak Lebaran
“Serangan terhadap sinagoge di Teheran dan gereja di Isfahan bukan hanya serangan terhadap satu agama, melainkan serangan terhadap jantung Iran,” tulis Aref.
Alih-alih memecah belah, Aref menilai serangan tersebut justru akan memperkuat solidaritas antarkelompok agama dan etnis di Iran. Apalagi Yudaisme yang merupakan salah satu agama minoritas yang diakui secara resmi dalam konstitusi Republik Islam Iran.
