RADARCIREBON.ID – Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Indramayu, khususnya warga di wilayah Kecamatan Jatibarang. Pasalnya, pembangunan underpass Jatibarang, tepatnya di terowongan perlintasan Kereta Api, Jalan Jatibarang-Indramayu akan dimulai pada Bulan Mei 2026.
Kepastian pembangunan itu mulai terlihat semakin dekat, saat Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu, bersama PT KAI, Pemerintah Kecamatan Jatibarang dan Pemdes Jatibarang melakukan sosialisasi rencana pembangunan underpass Jatibarang kepada warga yang tanahnya terdampak, Rabu (8/4).
Camat Jatibarang, H Mardono menyatakan, sosialisasi ini dilakukan sebagai langkah awal mempersiapkan kelancaran proyek pembangunan underpass Jatibarang dengan mengundang warga yang tanah atau bangunannya terkena dampak pelebaran jalan untuk pembangunan underpass tersebut.
Baca Juga:PSG vs Liverpool FC di Liga Champions 2025/2026: Prediksi Hasil, Pemain Kunci, dan Duel PanasKOMPI Desak Penghentian PSN Tambak Pantura Indramayu
“Sebelumnya, sudah pernah dilakukan secara door to door, sekarang dikumpulkan di satu forum tempatnya di aula Balai Desa Jatibarang, alhamdulillah masyarakat sepakat dan setuju pembangunan underpass ini,” ujarnya.
Sementara terkait ganti untung tanah warga yang terkena imbas pembangunan underpass Jatibarang, pemerintah kecamatan bersama semua dinas instansi terkait akan terlebih dulu melakukan pengukuran berapa tanah milik warga yang terdampak.
Selanjutnya akan dilakukan penghitungan ganti untung dengan patokan harga sesuai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang diagendakan pada Selasa pekan depan oleh instansi terkait.
“Selasa akan ke lapangan bersama tim, termasuk dari Pertanahan dan dinas terkait, terkait NJOP nanti pihak instansi terkait terjun kumpul bersama untuk peroleh kesepakatan. Standarnya NJOP agar masyarakat yang terdampak merasa tidak dirugikan,” terang Mardono.
Dalam pembangunan underpass Jatibarang jalan akan diperlebar menjadi 30 meter dari samping kanan dan kiri 15 meter, kemudian panjang jalan ke arah utara 50 meter dan selatan 50 meter dari titik tengah terowongan Kereta Api (KA), sedangkan akan ada penggalian tanah sedalam 2,4 meter.
Sehingga, lanjut Mardono, dengan spesifikasi rencana pembangunan tersebut, memungkinkan underpass memiliki dua terowongan, yang saat ini hanya satu terowongan. Sehingga dengan spesifikasi tersebut semua jenis kendaraan, termasuk bus dan truk bisa melintas dengan aman dan lancar.
“Kemacetan juga bisa dihindari, terkait air nanti saat musim hujan akan dipasang mesin pompa otomatis, ketika ada genangan, air bisa langsung dipompa keluar di buang ke saluran Sindupraja, Insya Allah bulan depan mulai prosesnya,” jelasnya.
