KUNINGAN – Dinamika menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Kuningan kian menghangat. Di tengah proses penjaringan calon ketua, politisi senior PPP yang juga anggota Fraksi PPP DPRD Kuningan, H Momon Suherman, justru memilih tidak ikut dalam kontestasi.
Momon secara terbuka menyatakan keputusannya untuk menepi dari bursa calon ketua DPC PPP Kuningan. Ia menegaskan, momentum Muscab kali ini harus menjadi ruang bagi regenerasi kepemimpinan di tubuh partai.
“Pada Muscab kali ini saya tidak mencalonkan diri. Justru saya mendorong kader-kader muda untuk maju. Saya kira masih banyak yang berminat menjadi pimpinan DPC PPP Kuningan,” ujarnya, Rabu (8/4).
Baca Juga:Genjot PAD dari Pasar Kadipaten, Ratusan Kios Tidak Aktif Didorong Segera Bayar RetribusiMenjelang Persib vs Bali United, Ramon Tanque Pastikan Tim Tetap Fokus
Menurutnya, tahapan Muscab saat ini sudah mulai berjalan, termasuk proses penjaringan bakal calon ketua. Meski begitu, ia mengaku belum mengetahui secara pasti siapa saja kader yang telah mendaftarkan diri.
“Persiapan dan tahapan sudah dimulai. Untuk calon kemungkinan sudah ada yang mendaftar, hanya saja saya belum tahu siapa saja. Yang jelas, konsolidasi dukungan pasti sudah mulai dilakukan oleh masing-masing calon,” katanya.
Diketahui, Muscab DPC PPP Kuningan dijadwalkan berlangsung pada 11 April 2026. Namun, hingga kini lokasi pelaksanaan masih belum ditentukan. Momon berharap agenda tersebut berjalan lancar dan melahirkan pemimpin yang mampu membawa PPP Kuningan kembali berjaya.
Ia juga menegaskan, meski ada dorongan dari sejumlah pihak agar dirinya kembali maju, ia memilih fokus pada keluarga dan tidak akan ikut dalam bursa pencalonan.
“Saya tidak akan maju. Sekarang ingin lebih fokus ke keluarga. Tapi saya tetap mendorong siapapun kader partai untuk mendaftarkan diri,” tegasnya.
Dalam peta kekuatan internal, Momon menyoroti potensi calon dari kalangan legislatif. Ia menyebut, dari empat kader PPP yang kini duduk di DPRD Kuningan, mayoritas sudah pernah menjabat sebagai ketua DPC, termasuk dirinya, H Toto Taufikurohman, dan H Uus Yusuf.
Sementara satu nama yang dinilai belum pernah memimpin partai di tingkat DPC adalah Ali Akbar. Momon secara khusus mendorong Ali Akbar untuk maju dalam kontestasi.
