“Dari fraksi ini kan tiga orang sudah pernah jadi ketua partai, tinggal satu yang belum. Saya dorong bisa ikut bersaing. Ali Akbar sudah mumpuni, punya pengalaman dua periode di dewan,”ujarnya.
Lebih jauh, Momon mengingatkan bahwa kekuatan utama PPP terletak pada akar historisnya sebagai partai yang lahir dari rahim ulama. Karena itu, ia menekankan pentingnya penguatan basis internal dengan kembali merangkul tokoh-tokoh kiai dan pesantren.
“PPP ini lahir dari para ulama. Maka siapapun yang jadi ketua nanti harus memperkuat internal, salah satunya dengan pendekatan kepada para ulama dan kiai pesantren. Kita lahir dari kiai, maka harus dekat dengan kiai,”tandasnya.
Baca Juga:Genjot PAD dari Pasar Kadipaten, Ratusan Kios Tidak Aktif Didorong Segera Bayar RetribusiMenjelang Persib vs Bali United, Ramon Tanque Pastikan Tim Tetap Fokus
Ia pun optimistis, dengan konsolidasi yang kuat dan penguatan basis tradisional tersebut, PPP Kuningan mampu kembali meningkatkan perolehan kursi di legislatif. Mengingat, partai berlambang Ka’bah itu pernah mencapai puncak kejayaan dengan raihan tujuh kursi di DPRD Kuningan.
“Target realistis ke depan, minimal bisa meraih lima kursi di Pemilu 2029. Itu sangat mungkin, karena kita pernah punya tujuh kursi. Tinggal bagaimana kita memperkuat internal dan basis pemilih,”pungkasnya. (ags)
