Silpa Tembus Rp68,7 M, Capain Kinerja Dinkes Cirebon Baik tapi PAD Tak Capai Target

rapat kerja LKPJ
RAPAT KERJA: Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon menggelar rapat kerja LKPJ tahun anggaran 2025 dengan Dinas Kesehatan, kemarin. FOTO : SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID -Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon membeberkan hasil evaluasi program kinerja dan anggaran tahun 2025 di depan Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon.

Dalam pemaparan tersebut, sejumlah capaian disampaikan, termasuk peningkatan realisasi anggaran. Sayangnya, tidak dibarengi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum memenuhi target.

Komisi IV DPRD menyoroti masih besarnya sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon. Totalnya di angka Rp68,7 miliar.

Baca Juga:Musrenbang 2027, Pemkab Cirebon Fokus Ekonomi hingga InfrastrukturMasjid Ramah Pemudik Berhasil Layani Jutaan Orang

Total silpa tersebut berasal dari 60 Puskesmas dan rumah sakit berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Hj Eni Suhaeni SKM MKes, menjelaskan bahwa laporan yang disampaikan tidak hanya mencakup organisasi dinas semata, tetapi juga seluruh unit layanan kesehatan di bawahnya.

“Laporan Dinas Kesehatan ini mencakup keseluruhan, mulai dari 60 puskesmas, Labkesda, hingga dua rumah sakit daerah, yakni RSUD Arjawinangun dan RSUD Waled,” ujar Eni kepada Radar Cirebon, usai rapat LKPJ tahun anggaran 2025.

Secara keseluruhan, lanjut Eni, anggaran sektor kesehatan di Kabupaten Cirebon terlihat besar, bahkan menembus angka lebih dari Rp1 triliun. Namun, angka tersebut tidak sepenuhnya bersumber dari APBD.

“Kalau dilihat besar, itu karena termasuk BLUD rumah sakit dan puskesmas. Sementara dari APBD II untuk Dinas Kesehatan hanya sekitar Rp3 miliar,” ungkapnya.

Sisanya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK), baik fisik maupun nonfisik, serta dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang langsung ditransfer dari Kementerian Kesehatan ke rekening puskesmas.

“Meski dari sisi realisasi anggaran mengalami peningkatan, capaian PAD belum sesuai harapan. Salah satu penyebabnya adalah banyaknya peserta BPJS PBI yang dinonaktifkan oleh pemerintah pusat,” terangnya.

Baca Juga:Baznas Siapkan 9,4 Ton Beras untuk Amil Kelurahan dan KecamatanRazia Gabungan dan Tes Urine di Rutan Kelas I Cirebon

Alhasil, berdampak pada pendapatan layanan kesehatan di puskesmas. Dari sisi kinerja rumah sakit, Eni menyebut, RSUD Waled mampu mendekati target yang ditetapkan.

Realisasi pendapatannya mencapai sekitar 93 persen, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 90 persen.

“RSUD Waled cukup baik, dari target sekitar 100 persen, realisasinya mencapai 93 persen di tahun 2025, meningkat dari tahun 2024,” ungkapnya.

0 Komentar