RADARCIREBON.ID- Kamis pagi (9/4/2026), terasa berbeda. Di tengah lalu lintas yang mulai menggeliat, sejumlah aparatur sipil negara (ASN) memilih cara tak biasa untuk berangkat kerja: mengayuh sepeda, bahkan berlari menembus jalanan kota.
Penerapan work from home (WFH) sekaligus dorongan efisiensi bahan bakar serta penggunaan transportasi ramah lingkungan, mulai benar-benar terasa di lapangan. Bukan sekadar imbauan, tapi telah dilaksanakan ASN.
Salah satunya ditunjukkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno AP. Ia memilih bersepeda dari rumahnya di Talun, Kabupaten Cirebon, menuju kantornya di Jalan Sudarsono, Kesambi, Kota Cirebon. Jarak tempuhnya sekitar 7 kilometer sekali jalan. “Kalau pulang-pergi berarti 14 kilometer. Waktu tempuhnya sekitar 15 sampai 20 menit,” ujarnya kepada Radar Cirebon.
Baca Juga:Sudah Tepat BPK yang Berhak Hitung Kerugian NegaraJamaah Haji Tak Terbebani, Dampak Kenaikan Avtur Rp1,77 Triliun Ditanggung Pemerintah
Menariknya, menurut Budi, bersepeda justru sering lebih cepat dibandingkan menggunakan mobil yang bisa memakan waktu hingga 30 menit akibat kemacetan. Namun, pilihannya bukan semata soal efisiensi waktu.
Ada nilai yang lebih besar yang ingin ia bawa. Mulai dari kepatuhan terhadap instruksi pimpinan, kepedulian terhadap lingkungan, hingga semangat menghidupkan kembali budaya bersepeda ke tempat kerja. “Ini bagian dari kecintaan kita kepada lingkungan,” katanya.
Budi menekankan, pengurangan penggunaan kendaraan bermotor menjadi langkah kecil namun penting dalam menekan polusi udara dan laju pemanasan global. Apalagi, sebagai bagian dari komunitas pesepeda, ia melihat momentum ini sebagai gerakan positif yang patut diperluas.
Semangat serupa datang dari Ridwan Djayasukarta, ASN di Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Cirebon. Namun, pilihan Ridwan beda dengan Budi. ia berangkat kerja atau ke kantor dengan berlari.
Dari rumahnya di kawasan Jalan Pembangunan, Ridwan menyusuri sejumlah ruas jalan kota. Mulai dari Jalan Cipto, Jalan Wahidin, Slamet Riyadi, Siliwangi, Karanggetas, hingga berakhir di kantornya di Jalan Pengampon. “Sesuai surat edaran Walikota, ASN diimbau bertransformasi moda transportasi. Pilihannya banyak, bisa jalan kaki, jogging, bersepeda, naik kendaraan umum, atau kendaraan listrik. Saya sendiri memilih lari,” ujar pria yang akrab disapa Paman Ridwan itu.
