Meski terdengar melelahkan, bagi Ridwan, ini justru bagian dari gaya hidup. Ia bukan pelari biasa—pengalamannya menaklukkan tantangan lari 100 kilometer selama 24 jam di Stadion Bima menjadi bukti ketangguhannya.
Namun, ada tantangan praktis yang harus dihadapi, terutama soal kesiapan sebelum bekerja. “Yang agak repot itu ganti baju dan mandi. Jadi saya siasati, hari Rabu sudah menyiapkan baju ganti dan perlengkapan mandi di kantor. Jadi hari Kamis tinggal lari, sampai kantor langsung mandi dan ganti,” jelasnya sambil tersenyum.
Jarak rumah ke kantor sebenarnya hanya sekitar 4 kilometer. Namun, Ridwan kerap memperpanjang rutenya demi memaksimalkan waktu olahraga. “Kalau cuma 4 kilometer, sementara waktu dari habis subuh sampai masuk kantor cukup panjang, sayang. Jadi saya manfaatkan untuk lari lebih lama, sekalian ibadah,” pungkasnya. (*)
