Usulan Spalletti, dengan segala kontroversinya, setidaknya membuka ruang diskusi baru. Bahwa mungkin, untuk mengembalikan kejayaan, Italia tidak cukup hanya mengandalkan reputasi masa lalu. Dibutuhkan keberanian untuk mengubah sistem, bahkan jika itu berarti mengambil langkah yang tidak biasa. Kini, publik hanya bisa berharap satu hal: agar kegagalan ini menjadi titik balik, bukan sekadar catatan kelam berikutnya. Sebab jika tidak, bayang-bayang absennya Italia dari panggung dunia bisa kembali terulang pada Piala Dunia FIFA 2030. (*)
Italia dan Luka yang Belum Sembuh: Saat Tradisi Besar Bertemu Krisis Panjang
