Kebakaran Rumah Warga di Ciniru, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta Lebih

rumah petani terbakar
Api yang membakar rumah milik Cewo berhasil dipadamnya, namun sejumlah barang hangus hingga kerugian Rp100 juta lebih. foto: radarcirebon
0 Komentar

KUNINGAN – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah milik warga di Desa Pamukpukan, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan. Rumah semi permanen milik Cewo (66), seorang petani, dilaporkan hangus dilalap api dalam peristiwa tersebut.

Kepala UPT Damkar Kuningan Andri Arga Kusumah menjelaskan, bahwa kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar pukul 13.40 WIB. Saat itu, api sudah dalam kondisi membesar dan dengan cepat melahap seluruh bagian bangunan berukuran 8 x 6 meter tersebut.

“Pelapor melihat api sudah membesar dan langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan pemadaman,” ujarnya, kemarin (9/4).

Baca Juga:Muscab PPP Kuningan Hanya Sahkan Tim Formatur, Penetapan Ketua Ranah DPPSenior PPP Menepi di Muscab, Dorong Regenerasi dan Perkuat Basis Pesantren

Mendapat laporan tersebut, pihak UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan segera menerjunkan enam personel dengan satu unit kendaraan pemadam (randis pancar) ke lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pemadaman dan pendinginan yang berlangsung sekitar 45 menit.

Proses pemadaman turut dibantu oleh anggota Koramil dan Polsek Ciniru, Satpol PP BKO Kecamatan Ciniru, aparat Desa Pamukpukan, serta warga setempat. Meski api berhasil dipadamkan, seluruh bangunan rumah beserta isinya tidak dapat diselamatkan. “Untuk penyebab kebakaran saat ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang,” terangnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp101,5 juta. Kerugian meliputi bangunan rumah, dua set spring bed, satu set kursi tamu, perlengkapan memasak, serta sejumlah barang lainnya. Selain itu, peristiwa ini juga menimbulkan kepanikan dan trauma bagi warga sekitar.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, upaya pemadaman sempat mengalami kendala karena lokasi rumah yang cukup jauh dari akses jalan, sehingga kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau titik kebakaran secara langsung.

Pihak Damkar Kuningan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, baik yang disebabkan oleh penggunaan kompor gas, instalasi listrik, maupun aktivitas pembakaran sampah. Warga juga diingatkan untuk rutin memeriksa selang dan regulator gas, menghindari penggunaan colokan listrik berlebihan, serta menggunakan peralatan listrik berstandar SNI.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah desa dan masyarakat diharapkan dapat menyiapkan sarana proteksi kebakaran di lingkungan permukiman, seperti alat pemadam api ringan (APAR) dan tandon air.

0 Komentar