INDRAMAYU – Susunan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Indramayu periode 2025–2029 mulai menarik perhatian kalangan politisi. Hal ini tak lepas dari bergabungnya dua tokoh asal Indramayu bagian barat (Inbar) ke partai berlambang matahari tersebut.
Kedua tokoh itu adalah mantan Bupati Indramayu Supendi, yang kini menjabat sebagai Ketua Majelis Penasihat Partai (MPP), serta mantan Ketua KPU Indramayu Ahmad Toni Fathoni, yang dipercaya sebagai Bendahara DPD PAN Indramayu.
Kehadiran dua figur tersebut dinilai berpotensi memberi dampak besar terhadap peta politik di Kabupaten Indramayu menjelang Pemilu 2029 mendatang.
Baca Juga:H Surya Resmi Dilantik Jadi Ketua DPD PAN IndramayuMenang 2-1, Bayern Munchen Raih Kemenangan Penting di Markas Real Madrid
Supendi dikenal sebagai birokrat senior dengan pengalaman panjang di pemerintahan. Pada masa kepemimpinannya, Partai Golkar Indramayu bahkan mampu meraih 22 kursi DPRD dalam Pemilu 2019.
Di sisi lain, Ahmad Toni Fathoni berasal dari kalangan profesional dengan latar belakang sebagai mantan Ketua KPUD Indramayu. Pengalamannya di bidang kepemiluan, membuatnya dinilai memahami secara mendalam peta pemilih, strategi mobilisasi massa, hingga dinamika politik lokal.
Masuknya kedua tokoh ini, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para politisi di Indramayu dalam menghadapi persaingan politik ke depan.
“Memang benar Pak Supendi dan Pak Toni masuk ke dalam jajaran pengurus partai,” ujar Ketua DPD PAN Indramayu, H Surya, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/4).
Surya menambahkan, bergabungnya dua tokoh asal Indramayu bagian barat tersebut membawa harapan besar bagi perkembangan PAN di daerah.
Setidaknya, kehadiran mereka diharapkan mampu meningkatkan perolehan suara PAN pada Pemilu 2029 mendatang. Bahkan, target yang dipasang adalah meraih minimal lima kursi di DPRD.
“Target kami minimal lima kursi bisa tercapai. Itu menjadi tujuan yang harus diperjuangkan bersama,” tegasnya. (dun)
