AS – Iran Batal Damai, 5 Hal Ini Jadi Pengganjal, Salah Satunya soal Selat Hormuz

perjanjian iran amerika batal
Perjanjian damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kandas, karena tidak tercapai kesepakatan. Foto: Iran Millitary - RADARCIREBON.ID
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Sebagian besar masyarakat dunia berharap terhadap perjanjian damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Namun apa boleh buat, perjanjian kedua negara yang terlibat perang tersebut, kandas.

Perjanjian damai yang berlangsung di Islamabad, Pakistan itu, justru tidak menghasilkan apa-apa. Asa agar krisis ekonomi global segera berakhir, kian jauh dari kenyataan.

Walaupun sudah berunding selama 21 jam, namun juru damai dari kedua negara masih belum ada kata sepakat dalam beberapa hal. Bahkan mereka justru saling menyalahkan.

Baca Juga:Perundingan Damai Berakhir Buntu, AS – Iran Siap Lanjutkan PerangIPhone 15 Mulai Rp10 Jutaan! Ini Update Harga iPhone 15 Series April 2026

Delegasi AS dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance. Sementara juru damai dari Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen, Mohammad-Bagher Ghalibaf.

Apa yang menjadi penyebab perundingan kedua negara tersebut kandas? Informasi yang beredar pasca perundingan, setidaknya ada 5 hal yang menjadi pengganjal, yakni:

1. Israel – Lebanon

Serangan Israel terhadap kelompok Hizbullqh yang merupakan sekutu utama Iran di Lebanon, disebut-sebut menjadi pengganjal perundingan damai. Bahkan sebelum perundingan dimulai, serangan Israel tersebut sudah diprediksi akan menjadi pengganjal.

“Kelanjutan tindakan-tindakan ini akan membuat perundingan menjadi tanpa makna,” tulis Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, di media sosial X. “Jari-jari kami tetap berada di pelatuk. Iran tidak akan pernah meninggalkan saudara-saudari Lebanon kami,” sambungnya.

Apalagi ada pernyataan dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tak ada gencatan senjata jika menyangkut Hizbullah. Walaupun peringatan berulang Israel kepada warga pinggiran selatan Beirut untuk mengungsi sejauh ini belum menghasilkan tindakan lebih lanjut.

Walaupun Presiden AS Donald Trump mengatakan tindakan Israel di Lebanon kini akan sedikit lebih rendah skalanya. Departemen Luar Negeri AS menyatakan pembicaraan langsung antara Israel dan Lebanon akan berlangsung di Washington pekan depan.

2. Selat Hormuz

Topik lain yang konon menjadi pengganjal perundingan sejak awal adalah jalur pelayaran yang krusial bagi kapal tanker, Selat Hormuz. Trump pernah mengatakan jika Iran melakukan pekerjaan yang sangat buruk dalam mengizinkan kapal-kapal melintas di selat tersebut.

Baca Juga:Desain Penataan Kawasan Gedung Sate, Bakal Terintegrasi dengan Lapangan GasibuProfil Sophia Rebecca Albeck, Mojang Jabar yang akan Berlaga di Miss Tourism World 2026

“Ini bukan kesepakatan yang kami miliki!” katanya dalam sebuah unggahan di Truth Social, seraya menuduh Iran tidak terhormat.

0 Komentar