Sangat sedikit kapal yang melintas. Sejauh ini, masih ada ratusan kapal dan sekitar 20.000 pelaut terjebak di perairan Teluk.
Iran menyebut Selat Hormuz sebagai perairan kedaulatan Iran. Teheran bahkan menyebut bakal merilis regulasi baru untuk mengatur kapal mana yang boleh dan tidak boleh melintas.
Tahun lalu, Iran mengumumkan pembentukan rute transit baru, di sebelah utara dari dua jalur pemisah lalu lintas kapal. Iran mengatakan rute baru tersebut diperlukan untuk menghindari keberadaan berbagai jenis ranjau anti-kapal di zona lalu lintas utama.
Baca Juga:Perundingan Damai Berakhir Buntu, AS – Iran Siap Lanjutkan PerangIPhone 15 Mulai Rp10 Jutaan! Ini Update Harga iPhone 15 Series April 2026
Di tengah laporan bahwa beberapa kapal yang berhasil melintas dalam beberapa pekan terakhir telah membayar biaya sebesar USD 2 juta atau Rp34,2 miliar. Trump memperingatkan bahwa Iran sebaiknya tidak memungut biaya kepada kapal tanker.
3. Nuklir
Topik nuklir bisa dibilang yang terbesar, dan tentu yang paling lama, menjadi sumber perselisihan antara AS dan Iran. Dan topik inilah yang menjadi pengganjal utama perundingan damai.
Trump mengatakan ia meluncurkan Operation Epic Fury untuk memastikan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Padahal Iran sudah mengatakan jika tidak pernah berusaha membangun nuklir.
Memang klaim Iran ini dipandang dengan sangat skeptis oleh sebagian besar negara-negara Barat. Sebagai penandatangan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir, Iran menekankan bahwa mereka memiliki hak untuk memperkaya uranium untuk tujuan sipil.
Proposal 10 butir dari Iran, yang disebut Trump sebagai dasar yang dapat diterapkan untuk bernegosiasi, juga mencakup tuntutan pengakuan internasional atas hak pengayaan uranium.
Adapun rencana 15 poin yang digagas Trump dilaporkan menuntut agar Iran mengakhiri seluruh pengayaan uranium di wilayah Iran.
Namun ketika ditanya soal nuklir awal pekan ini, Menteri Pertahanan Pete Hegseth hanya mengatakan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir atau kemampuan untuk mendapatkan jalur menuju senjata tersebut.
4. Sekutu Iran di Teluk
Baca Juga:Desain Penataan Kawasan Gedung Sate, Bakal Terintegrasi dengan Lapangan GasibuProfil Sophia Rebecca Albeck, Mojang Jabar yang akan Berlaga di Miss Tourism World 2026
Jaringan sekutu dan proksi regional Iran, ada Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman, Hamas di Gaza, dan beragam milisi di Irak, telah memberikan Teheran pengaruh di Timur Tengah. Hal inilah yang juga menjadi pengganjal perundingan damai.
