AS – Iran Batal Damai, 5 Hal Ini Jadi Pengganjal, Salah Satunya soal Selat Hormuz

perjanjian iran amerika batal
Perjanjian damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kandas, karena tidak tercapai kesepakatan. Foto: Iran Millitary - RADARCIREBON.ID
0 Komentar

Banyaknya sekutu tersebut, memungkinkan Iran menjalankan apa yang sering disebut sebagai pertahanan ke depan. Terutama dalam perselisihan panjangnya dengan Israel dan Amerika Serikat.

Sejak dimulainya serangan Gaza pada Oktober 2023, jaringan yang disebut Iran sebagai Poros Perlawanan terus-menerus digempur. Salah satunya, rezim mantan diktator Suriah, Bashar al-Assad, sudah tidak berkuasa lagi.

Namun Israel memandang aliansi yang disebut sebagai Poros Kejahatan itu merupakan ancaman eksistensial yang perlu diberantas sepenuhnya.

Baca Juga:Perundingan Damai Berakhir Buntu, AS – Iran Siap Lanjutkan PerangIPhone 15 Mulai Rp10 Jutaan! Ini Update Harga iPhone 15 Series April 2026

Pada saat ekonomi Iran tertekan, banyak warga Iran juga ingin melihat pemerintah mereka mengurangi pengeluaran untuk sekutu-sekutu di luar negeri dan lebih banyak membelanjakan dana untuk kepentingan domestik warga. Namun sejauh ini hanya ada sedikit tanda bahwa Iran siap melepaskan para sekutunya.

5. Cabut Sanksi untuk Iran

Iran telah dikenai rentetan sanksi internasional yang melumpuhkan selama puluhan tahun. Iran menuntut AS dan berbagai negara mencabut sanksi sebagai bagian dari kesepakatan damai. Tuntutan Iran ini juga menjadi pengganjal perdamaian.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, mengatakan sekitar USD120 miliar aset Iran yang dibekukan harus dicairkan sebelum perundingan dimulai. Menurutnya, ini adalah salah satu dari dua langkah yang telah disepakati sebelumnya. Yang yang lainnya adalah gencatan senjata di Lebanon.

Namun pernyataan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang mengumumkan gencatan senjata dua minggu tidak menyebutkan apa pun mengenai pencairan aset yang dibekukan. Tidak jelas kesepakatan apa yang dirujuk oleh Qalibaf.

0 Komentar